Minggu, 09 Juni 2019

Kembali Ke Rutinitas


Hari libur berasa cepet banget, nggak nyangka besok udah mulai masuk kerja aja. Padahal hari libur nggak ku lalui dengan traveling ke tempat wisata atau luar kota. Dapat undangan halal bihalal di rumah temen aja aku udah excited banget. Saking nggak adanya kegiatan diluar yang bisa aku lakukan dan sedikitnya ruang lingkup pertemanan aku.

Lalu selama libur aku ngapain aja? Me time.

Ketika ada begitu banyak tempat wisata menarik yang menawarkan segala keseruan dan keindahan tempatnya, aku masih saja berdiam diri dikamar. Bukan tanpa alasan. Aku gak punya partner yang bisa diajak melakukan perjalanan dan masih terlalu takut juga untuk keluar sendirian. Dasar aku.

Biar bisa berasa fun kayak orang yang selesai liburan, aku juga harus punya kegiatan tersendiri. Aku melakukan hal-hal yang sempat tertunda saat lagi sibuk-sibuknya kerja, misalnya menyelesaikan buku bacaan, nonton drama korea, masak, dan ada satu hal lagi yang masih belum sempat aku lakukan diliburan kali ini, yaitu mempelajari skill baru. Belajar tanpa mentor bener-bener mebutuhkan tekad yang kuat.

Meskipun udah punya agenda kegiatan di rumah, jauh dilubuk hati aku *cielah* juga pengen berkegiatan di alam bebas. Ke daerah pegunungan, air terjun, menyusuri sungai, atau ke pantai juga asik. Sayangnya, kegiatan semacam itu masih belum bisa terlaksana huhu

Once upon a time maybe...

When? Idk

Semoga masih diberi umur dan kesehatan.

Momen kayak malam ini juga bikin aku flashback ke jaman masih sekolah. Biasanya setelah libur panjang atau H-1 sebelum beraktivitas seperti biasa aku udah menyiapkan segala kebutuhan untuk besok. Menyiapkan alat tulis, jadwal pelajaran –padahal belum tentu di sekolah langsung belajar- dan kelengkapan seragam sekolah –hari senin kan upacara- terutama topi dan dasi yang kadang suka mendadak hilang saat dibutuhkan di pagi hari.

Selain itu yang ngangenin saat libur panjang adalah temen-temen kelas. Entah kenapa tabiat temen kelas yang macam macam jenisnya itu bikin kangen, padahal kalo lagi sedikit tanggal merah dan jenuh sama kelakukan mereka malah merindukan hari libur. Dasar siapa? Aku.

Kebiasaan menyiapkan segala hal sebelum masuk sekolah kebawa sampai sekarang, bedanya sekarang aku bingung mau menyiapkan apa dan nggak terlalu excited juga kayak jaman sekolah dulu. Sewajarnya aja kalo sekarang mah, karena segala hal yang berlebihan itu nggak baik.

Sekian dulu curhatan singkat dari aku yang masih mencoba move on dari hari libur.

Selamat datang kembali setumpuk berkas penuh dimeja dan segala hiruk pikuk pekerjaan...
Share:

Minggu, 02 Juni 2019

Persiapan Menyambut Lebaran





Tulisan ini dibuat lebih cepat satu hari dari seharusnya. Kenapa? Karena aku sudah mulai sibuk mempersiapkan untuk lebaran besok. Yeay!

Terutama kue dan jajanan. Seperti yang udah aku bahas di postingan sebelumnya.

Membuat kue dan jajanan itu memerlukan waktu yang tidak sedikit bukan? karena itu hari ini aku buat khusus untuk menyelesaikan challenge ini.

Seperti yang sudah pernah ku bahas sebelumnya, persiapan yang paling banyak ku lakukan adalah untuk jajanan. Momentum lebaran ini bisa jadi ajang aku untuk mengeksplor lagi skill memasak ku. Udah lama nggak berkreasi dalam masakan sih. Me time me time mumpung liburan....

Untuk hari ini, jajanan yang mau aku bikin stik bawang dan kue garpu. Sebuah jajanan yang termasuk mudah bagi orang dengan skill memasak pemula seperti aku.

Dan besok, aku mau bikin pempek ala ala dan oreo cheesecake. Semoga berhasil dan rasanya nggak mengecewakan ya, guys!

Oiya, sebelum itu kan aku harus ke pasar dulu, belanja bahan makanan dan segala hal penunjang sebelum aku eksekusi masakannya.

Bersyukurnya juga tahun ini aku udah punya alat alat yang lengkap untuk mendukung proses pembuatan kue.

Dulu aku kalo mau bikin kue, mesti nebeng nebeng dulu di rumah sepupu. Mesti nunggu dan ngajak mereka dulu buat bebikinan, baru deh aku bisa ikut bikin kue juga. Dan emak ku dulu juga nggak terlalu percaya kalo aku bisa masak, bisa bikin kue. Butuh waktu lumayan lama untuk meyakinkan emak supaya percaya sama kue buatan ku.

Persiapan lainnya, aku juga bersih-bersih rumah. Mana tau ada yang bertamu nanti. Hm, apalagi ya, hal yang akan banyak aku lakukan dalam mempersiapkan selain bikin jajanan ya bersih bersih.

Itu aja sih, hal yang akan menyibukan aku selama 2 hari ini. Kalo kalian?

Saran aku, ketika udah nggak ada lagi kue atau makanan yang dibikin atau sudah nggak ada celah lagi di rumah untuk dibersihkan mending isi waktu dengan bikin kartu ucapan selamat lebaran atau masukin duit thr buat anak-anak ke angpao. Kan waktu kita nggak terbuang percuma, yekaanns??

Ah, ku rasa tulisan ini jadi semakin random. Aku udah nggak sabar banget buat bebikinan, udah lama juga nggak menjalankan hobi yang satu ini.

Karena ini postingan terakhir dari rangkaian kegiatan 30 hari ramadhan challenge, maka aku mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama acara ini berlangsung ada postingan yang perkataannya menyinggung dan ada pihak yang merasa dirugikan terhadap tulisan ku. Aku mohon untuk membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Manusia macam aku ini tidak luput dari kesalahan sekecil apapun.

Hal yang masih belum bisa aku sangka sampai saat ini adalah akhirnya aku bisa menyelesaikan tantangan ini dengan segala drama selama 30 hari prosesnya. Huhu terharuu..

Daaaaannnnn..... sebagai kalimat penutup.

Saya Helka Sari Rezeki mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Tahun 1440 H. Semoga amal ibadah dan niat baik kita menjadi boomerang baik bagi kehidupan kita kedepannya. Minal aidzin wal fa idzin, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga kita bisa terus memberikan kontribusi terbaik bersama komunitas blogger perempuan!
Share:

Seuntai harapan Dipenghujung Ramadhan





Hari ke-29 dari bulan yang penuh rahmat ini. Entah harus sedih atau bahagia. Sedih karena harus berpisah lagi dengan bulan ramadhan dan segala rahmat dan berkahnya, tapi juga cukup bahagia untuk menyambut lebaran dengan segala hiruk pikuknya.

Jujur, aku merasa bulan ramadhan tahun ini berlalu dengan sangat singkat. Atau karena aku yang merasa ramadhan tahun ini berbeda dari tahun kemarin.

Ya bedanya, tahun ini jadwal bukber tidak sebanyak dulu. Rasanya hanya dua kali aku bukber diluar. Selain karena nggak mau jadi panitia, faktanya aku emang bukan anak hits yang punya geng atau kelompok pertemanan lain selain teman sekelas.

Ramadhan tahun ini juga jadi ramadhan pertama untuk ku beradaptasi di tempat kerja baru. Tempat kerja yang sebenar-benarnya bekerja.

Lalu tahun ini juga jadi ramadhan pertama ku menjalankan pola makan baru dan diet wkwk

Melihat banyaknya baju dan celana yang sudah mulai tidak muat di badan, aku memutuskan untuk diet. Bukan diet ketat sih, tapi hanya mulai mengubah porsi makan dan isi menu. Olahraga juga mulai ku jalankan, meskipun bukan olahraga yang banyak gerak. Aku cuma stretching biasa hehe yang penting membangun kebiasaannya dulu. Masalah ntar berhasil apa engga mah ya yang penting coba dulu.

Aku yang biasanya saat berbuka memakan semua yang tersaji di depan mata, sekarang sudah mulai memilah mana yang sesuai untuk menunjang proses diet dengan yang tidak. Intinya menu makanan aja sih yang dijaga. Semoga aja pas lebaran nanti, badan aku juga nggak jadi lebar-an.

Ramadhan dari tahun ke tahun emang selalu punya cerita tersendiri dengan segala perbedaannya. Jangan hanya membandingkan ceritanya, tapi juga review mana yang kira-kira perlu ditingkatkan dan mana yang perlu diperbaiki. Jangan juga hanya melihat hasil, tapi proses bagaimana kita mau berubah ke arah yang lebih baik lagi dengan menjadikan bulan ramadhan sebagai ajang untuk melatih diri.

Doa dan harapan yang bisa ku panjatkan adalah semoga bisa bertemu kembali di bulan ramadhan tahun depan dengan anggota keluarga yang masih lengkap dan diberi kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah.

Dalam ibadah pun juga, semoga ada peningkatan lagi, kebiasaan buruk juga sudah harus dikurangi.
Mungkin hanya itu sedikit doa dan harapan yang bisa aku selipkan agar tahun depan bisa menjadi ramadhan yang lebih baik lagi.
Share:

Sabtu, 01 Juni 2019

Memaknai Berkah Ramadhan




Hari ke-28. Momen terbaik ramadhan tahun ini.

Sebetulnya ada begitu banyak  momen terbaik yang terjadi disetiap harinya, hanya saja kita yang kurang peka dalam menangkap hal itu. Contohnya aku.

Karena tahu ada tema itu di challenge kali ini, aku coba mengingat-ingat lagi apa saja momen terbaik yang terjadi di ramadhan tahun ini. hmmmmm...

Menurut ku, momen terbaik yang bisa ku dapat di ramadhan tahun ini adalah aku masih bisa berkumpul dengan keluarga. Sahur bareng, buka puasa bareng, dan melewati hari hari bersama mereka. Meskipun di tahun ini orang tua ku mulai sakit-sakitan dan masih juga sering terlibat perdebatan dengan mereka, tapi aku sayang dan sebetulnya tak berniat seperti itu. Semoga orang tua ku selalu diberi kesehatan. Aamiin.

Lalu, THR.

Baru tahun ini sih, aku dapat THR seperti yang aku idam-idamkan. Ini bukan THR pertama ku selama bekerja, tapi ini merupakan THR dengan jumlah terbanyak yang pernah aku dapatkan. Dan aku bisa berbagi sedikit lebih banyak juga dengan orang sekitar. Berbagi itu sungguh punya kesan tersendiri. Melihat orang yang ku beri bahagia, aku pun juga ikut bahagia. Hanya saja, kadang aku masih belum bisa memberi sepenuhnya tanpa memikirkan diri sendiri. Aku hanya bisa memberi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Tidak seperti orang-orang dermawan pada zaman Rasulullah yang ikhlas menginfaqkan seluruh hartanya.

Dan lagi lagi karena challenge yang ditawarkan blogger perempuan network ini. Challenge blog pertama yang aku ikuti.

Setelah memutuskan untuk ikut terlibat dengan hal ini, aku berkomitmen dan merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan satu tulisan setiap harinya.

Hari demi hari aku lewati, mulai dari masa masa bersemangat sampai semangat mulai redup, aku lalui. Hampir ingin menyerah, tapi begitu aku tengok lagi tulisan yang telah aku buat. Rasanya sayang sekali jika aku berhenti sampai disini. Masih ada begitu banyak tema yang harus aku eksplor.
Sebagai blogger pemula, challenge ini bermanfaat sekali.

Selama 30 hari kita disuguhkan tema yang berbeda-beda untuk setiap tulisan. Aku yang biasanya cuma nulis tentang curhatan, pengamatan ku dan review barang, sekarang jadi dituntut untuk menyelesaikan tulisan tentang resep masakan, kecantikan, serta informasi bermanfaat lainnya.

Belum lagi mikir dan buat gambar visualnya. Rasanya benar-benar tidak semudah yang aku bayangkan di awal. Jadi aku sangat sangat berterima kasih pada BPN yang sudah mengadakan challenge ini. Terima kasih karena sudah membuat bulan ramadhan ku tahun ini jadi lebih berbeda.
Share:

Tentang Jajanan Khas Lebaran





Hari ke-27. Jajanan Lebaran.

Ini yang paling aku suka saat lebaran. Satu hari dimana kita bisa makan enak dengan gratis wkwk
Ya ampun jiwa misqueen ku keluar ;D

Ngomongin tentang jajanan khas lebaran pembahasannya nggak jauh jauh dari ketupat, kue kering, opor, rendang, bakso, dan teman-temannya.

Di tahun tahun sebelumnya, aku biasa bikin kue kering sendiri. Dengan peralatan alakadarnya, tapi jadi juga kue ku, meskipun dari tampilan nggak terlalu meyakinkan.

Tapi tahun ini –karena udah dapat THR- aku pengen pesan kue kering aja, tapi pesannya yang homemade gitu. Biasanya lebih nendang sih rasanya kalo menurut aku daripada yang dijual di pasaran. Menurut aku sih yaa, nggak tau kalo menurut kalian.

Jauh jauh hari sebelum ramadhan olshop kue kering homemade udah mulai open order, aku masih santai aja. Belum ada niat buat pesan dulu. Sampai karena ada suatu hal, sebelum duit THR terlihat hilalnya, duit ku udah habis duluan sampai ke tabungannya ludes. Aku masih kalem aja saat itu, masih ada waktu, masih sempet.

Dugaan ku meleset.

Ternyata baru h-7 duit THR baru cair, sedangkan olshopnya udah pada close order. Aku bisa apa?!?!?

Tadinya aku mau bikin sendiri kue kering, tapi sepertinya nggak sempat. Deadline ku untuk challenge ini aja banyak banget yang ketinggalan. Merasa nggak ada pilihan lain, akhirnya aku menjatuhkan pilihan pada kue kering yang dijual per kilo di pasaran. Produksi yang masih masuk industri rumahan juga.

Aku kemakan omongan ku sendiri. hufttt....

Emang udah terbiasa tiap tahun bikin kue sendiri, begitu beli rasanya kayak nggak lengkap deh. Untuk itu dalam rangka memenuhi jajanan di toples toples, aku menambahkannya lagi dengan stik bawang, kue garpu, dan oreo cheesecake.

Kue kue yang mudah dibuat aja, biar nggak ribet dan bahannya juga mudah dicari. Kan lebaran tinggal menghitung hari.

Lain halnya dengan menu utama di lebaran tahun ini. Untuk menunya apa, aku masih belum bisa memastikan. Ada banyak pilihan makan enak yang harus dicobain huhu

Aku dilema.
Share:

Ramadhan Produktif bareng BPN




Hari ke-26. Mengisi waktu selama Ramadhan.

Apa aja yang aku lakukan dalam menghabiskan waktu selama Ramadhan tahun ini?

Kalo jaman SD, kegiatan selama ramadhan ku lebih banyak ke TPA dan main.

Terus jaman SMP dan SMK, aku mulai jarang tadarusan atau mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, aku malah lebih banyak main.

Dasar aku.

Setelah lulus dari SMK aku mulai berubah.

Tahun 2017. Ramadhan pertamaku di tempat kerja. Bukan tempat kerja yang idaman banget sih, aku cuma jadi kasir toko waktu itu, tapi lumayan mengurangi jam main ku sama temen-temen. Aku yang biasanya ngumpul sama temen, sekarang udah harus bekerja.

Begitu pun di tahun-tahun berikutnya. Waktu ku nggak hanya tentang main lagi sekarang, bahkan jumlah teman ku juga mulai berkurang. Pernah dengar tentang semakin dewasa seseorang, semakin ia mengutamakan kualitas pertemanan maka kuantitas temannya pun juga mulai berkurang. Ya, aku sedang berada di tahap itu sekarang.

Selain karena itu, juga karena teman-teman dekat ku sedang berada pada jalan yang berbeda dengan ku sekarang, jadi masing-masing dari kami punya kesibukan.

Tahun demi tahun, hal bermanfaat yang pernah aku tinggalkan dulu perlahan mulai aku hidupkan kembali. Melalui bulan ramadhan, aku ingin membangun sebuah kebiasaan baru. Kebiasaan yang semoga berdampak baik untuk kehidupan ku. Contohnya seperti tadarusan, istighfar, dan segala hal berfaedah lainnya.

Tepatnya di tahun ini, tahun 2019. Saat aku mulai ingin menghidupkan kembali blog ini. Challenge dari Blogger Perempuan Network datang memberikan angin segar untuk ku memulai kebiasaan baru.
Blog yang terlupakan, hobi menulis yang sudah lama ditinggalkan, kini perlahan mulai muncul kembali. Orang kayak aku harus dipaksa pakai challenge ginian biar mau berubah. Hmmmm

Selain menulis, untuk hal-hal lain pun juga mulai ada peningkatan. Dan penurunan juga, karena aku yang masih belum sempurna dalam hal memanajemen waktu. Untuk mengikuti challenge ini saja contohnya.

Awal awal mau ikut dan mulai, aku excited banget. Karena ku pikir aku bisa mengerjakan challenge tersebut saat pagi, setelah sholat subuh. Daripada waktu tersebut ku isi dengan tidur kan lebih baik nulis. Nggak sampai menggangu jam kerja dan ibadah juga kan. Sempurna, pikir ku.

Satu minggu pertama berjalan lancar, kemudian saat memasuki minggu kedua serangan kantuk mulai menyerang. Ketika waktu tidur rest time kerja sudah nggak cukup lagi untuk mengcover rasa kantuk, akhirnya aku kembali ke kebiasaan awal. Tidur setelah sholat subuh.

Dasar aku.

Gara-gara kebiasaan yang masih belum berubah sempurna itu, membuat aku jadi keteteran dalam memenuhi challenge yang sudah dijadwalkan setiap harinya.

Kalo udah gini, apakah aku akan berhasil menyelesaikan tantangan 30 hari menulis dari BPN? Kita lihat saja.
Share:

Ragam Tradisi Lebaran




Hari ke-25. Tradisi lebaran.

Apa sih tradisi itu?

Tradisi adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.

Ngobrolin tentang tradisi lebaran ini emang nggak ada habisnya, karena di Indonesia sendiri tradisi lebaran di berbagai kota beda beda. Itu baru di Indonesia, belum lagi di dunia. Banyak banget pasti.

Untuk di daerah ku sendiri aja, setiap malam lebaran biasanya diadakan pawai atau konvoi mobil hias bertemakan hari raya idul fitri atau lebaran dengan diiringi lantunan takbir. Biasanya diikuti oleh kelompok remaja masjid atau instansi.

Kembang api juga ikutan memeriahkan riuhnya malam lebaran. Hanya saja beberapa tahun terakhir ini penggunaannya dibatasi. Entahlah karena apa, berbahaya mungkin. Denger denger juga pernah terjadi insiden karena kelalaian pemakai kembang api ini.

Malam itu jalanan macet sekali, ya karena hanya ini satu-satunya hiburan yang ada di kota ku. Beruntungnya rumah ku berada di salah satu jalan protokol kota, jadi nggak perlu capek capek buat ngeliat pawai. Paradenya pasti lewat depan rumah ku.

Untuk mengisi malam itu, kami sekeluarga juga ada acara bakar bakar. Semacam kayak acara tahun baruan lah, sambil icip icip kue jajanan khas lebaran yang dibikin tadi siang.

Besoknya, pagi pagi sekali aku udah siap siap untuk berangkat sholat ied di masjid. Takut nggak kebagian tempat yang strategis buat duluan keluar soalnya. Iya, jadi kalo shalat ied selesai, pintu keluar masjid rasanya jadi kayak nggak cukup dilewatin.

Belum juga sholat udah mikir buat keluar, manusia macam apa aku ini. hmmmm

Setelah shalat ied selesai, aku langsung bersalam-salaman dan bermaaf-maafan sama orang tua, adek, om, tante, sepupu, dan seluruh keluarga yang lain.  Sebetulnya di masjid tadi juga udah bersalam-salaman sih, meskipun nggak kenal siapa tapi ini bagus untuk mempererat ukhuwah islamiyah.

Kemudian nyekar ke makam kakek dan nenek. Kuburan jadi ramai loh, kalo hari lebaran karena banyak yang nyekar ke makam sanak-keluargnya. Termasuk aku.

Setelah prosesi tersebut selesai, barulah ke acara yang ditunggu-tunggu. Yaitu makaaannn!!!
Makan jajanan khas lebaran di kampung halaman bersama keluarga yang masih lengkap itu rasanya..... subhanallah.

Ini tradisi lebaran di tempat ku, kalo di tempat mu? sharing yuk!
Share:

Tentang Baju Lebaran




Hari ke-24. Tentang baju lebaran.

Beberapa hari terakhir ini pasar, toko baju, dan semua pelaku yang bergerak dalam industri clothing dan busana muslim laris manis. Pasalnya sejak mendekati lebaran mulai ramai orang berburu promo belanja, diskon harga murah, dan varian model serta warna pakaian yang memanjakan mata. Sayang dilewatkan, kata mereka yang berduit.

Bahkan sempat viral di sosmed, mukena Syahrini laris manis terjual 5000 potong lebih dengan harga yang fantastis. 3,5 jutaan gengs harganya. Hal ini tentu saja membuat jiwa jiwa misqueen bergetar.

Tak hanya itu, sempat viral juga potret anak-anak panti asuhan yang diajak berbelanja ke mall untuk membeli baju lebaran. Konten yang mengandung bawang bombay ini justru bikin aku intropeksi diri dan merasa sangat bersyukur.

Konten tersebut berisi foto wajah heran, antusias, bahagia, ragu, polos khas anak-anak yang semua anak tersebut dari sebuah panti asuhan saat mereka diajak salah satu yayasan untuk berbelanja ke mall. Bahkan ada yang sampai masuk angin dan muntah juga begitu masuk mall. Hal ini membuat karyawan yang melayani mereka justru malah menangis haru melihat tingkah polos mereka.

Jangankan karyawannya. Aku yang cuma ngeliat dan nyimak ceritanya lewat hp juga ikut syedihh dan terharuuu...

Bener ya kata sebuah pepatah. Hidup itu jangan selalu mendongak ke atas, coba sesekali tengok ke bawah. Ada orang yang jauh lebih tidak beruntung dari kamu. Kadang hidup yang kamu keluhkan justru adalah hidup yang orang lain inginkan.

Betul banget.

Sebenernya aku juga pernah sih ada dititik yang sama kayak anak-anak itu. Aku bukan anak panti asuhan, aku hanya terlahir dari keluarga yang tidak bisa dibilang berlebihan tapi bukan juga selalu kekurangan. Kaum menengah. Suatu kaum yang dimana hanya tercukupi kebutuhan pokok saja, seperti makan, minum, sekolah, listrik, air. Yah, basicnya kehidupan di Indonesia sih.

Sedangkan untuk baju dan hal lain yang tidak terlalu menjadi prioritas menunjang kehidupan sering di skip aja.

Aku pernah tidak membeli baju lebaran selama 6 tahun berturut-turut atau lebih mungkin, entahlah, aku hanya ingat itu. Ngeliat temen-temen berlebaran dengan baju gamis, aku hanya memakai baju busana muslim atau baju atasan dan rok yang ku padu-padankan sedemikian rupa agar terlihat juga seperti pakaian gamis.

Pernah juga saat itu aku diberi gamis oleh sanak keluarga ku, bukan yang baru tapi masih bagus untuk dipakai. Hanya saja model potongannya tidak terlihat cocok untuk anak seumuran ku. Aku tetap bersyukur. Setidaknya aku sudah mulai memakai gamis.

Barulah sekarang ini, diusia 20 tahun aku sudah bisa membeli gamis dengan uang yang ku peroleh dari hasil jerih payah ku sendiri. Rasanya? Bahagia bukan main. Meskipun pada awalnya aku sempat bingung untuk memilih –karena memang tak terbiasa ada pilihan- aku akhirnya jatuh cinta pada gamis polos berwarna biru tua dan dengan model baju yang ku suka.

Alhamdulillah.
Share:

Balada Bukber Bareng Teman




Suatu hari di sebuah grup chat..

A : Woy kangen nih! kita kapan bukber??
B : Iya nih, kapan?!?
C : Atur tanggalnya dulu woy, kapan semuanya bisa ikut?!
D : Gue mah ngikut aja, acc terus..
A : Kalian aja atur, gue terima bersihnya.
C : Tanggal 23 aja gimana?
A : Yah, gue tanggal segitu ada bukber sama temen SMP
B : Gue bukber sama temen TK
D : Gue masih belum balik tanggal segitu

Perdebatan itu terus berlangsung sampai akhirnya.....

A : Mohon maaf lahir batin ya temen-temen semua.
B : Iyaa, maafin gue juga ya kalo ada salah
C :Gue juga ya.
D : Sama gue  juga.

Ada yang kasusnya sama kayak diatas?

Banyak.

Pembahasan kali ini klasik sekali. Bukber bareng teman.

Ada yang berhasil berkumpul dan acaranya lancar jaya serta pesertanya sesuai list bukber –bahkan bisa lebih-, ada juga temen yang udah list nama tapi pas hari H malah gak jadi, ada juga yang cuma sekedar wacana.

Macem macem deh pokoknya.

Kalo pengalaman aku sih, hm, oke aku ceritain.

Aku pernah jadi salah satu panitia bukber alumni sekolah. Bukan yang skala besar sih, paling cuma sekitar 24 an orang. Iya, itu jumlah teman sekelas ku dulu.

Awalnya aku excited banget ngumpulin temen-temen buat ngadain bukber. Aku sama salah satu temen secara suka rela mengajukan diri menjadi panitia dengan harapan bisa ketemu sama temen lama lagi.

Eits, bukan karena seseorang ya, ini pure karena emang udah lama aja nggak ketemu. Jadi ingin bernostalgia bareng. Mueheheh

Kemudian dibikinlah grup chat untuk menampung aspirasi dan informasi disitu.

Seperti biasa lah ya, drama orang yang udah lama nggak ketemu. Tanya tanya kabar, kangen-kangenan, sampai mulai mengarah ke pembahasan bukber.

Disini peminatnya mulai berkurang, pelan pelan mereka yang tadinya sering banget muncul di grup malah cuma jadi penonton doang. Ngebiarin aku yang koar koar meminta pendapat mereka tentang tanggal dan tempat bukber.

Beberapa orang yang masih aktif bales chat aku disitu bermusyawarah hingga muncullah tanggal dan tempat bukber yang sudah disepakati.

Tinggal list nama orang yang pasti bakalan ikut biar bisa booking tempat duluan. Maklum ya karena emang tanggal yang dipilih ini udah mendekati hari raya banget.

Setelah planning selesai, hari demi hari berlalu.

Sampai di hari-H, tebak apa yang terjadi?

Dari 5 orang yang udah isi list, cuma 4 orang yang bener-bener bisa datang pas hari H. Jelas ini bikin aku sebagai panitia harus nombokin pembayarannya ntar. Untung lagi punya duit.

Disitu aku ngerasa kecewa banget sama mereka dan berjanji sama diri sendiri buat nggak mau lagi jadi panitia bukber tahun depan. Bodo amat juga deh, tahun depan ada bukber apa kagak.

Udah perjuangan buat ngumpulin orangnya kayak ngumpulin 7 dragon ball. Bayangin aja dari 24 siswa di kelas dulu, yang ketemu kontaknya cuman 13 orang. Itu udah termasuk aku lagi.

Di grup mau minta pendapat malah dikacangin, tapi aku sangat sangat menghargai temen yang juga udah mau menanggapi. Ini aku terima kasih banget loh ya.

Dan aku juga berterima kasih sebesar-besarnya buat temen yang juga mau berhadir pas hari H. Meskipun sedikit tapi kebersamaannya lumayan lah :’D

Kabar baiknya lagi, aku gajadi nombokin pembayaran gara-gara ada yang gajadi ikut. Salah satu temen ku ada yang bersedia membayarkan, bahkan semua pesanan kita dibayarin sama dia. Baik banget :’)

Emang yah, kalo niat kita baik akan berakhir dengan kebaikan juga meskipun nggak sesuai harapan.

Mulai dari niat ingin menyambung kembali silaturahmi, terus drama drama temen di grup chat, sampai akhirnya bisa bukber gratis. Sungguh sebuah kejadian yang nggak terduga.

Yep, segitu aja dulu yang bisa aku ceritain mengenai balada bukber bareng temen. Sebenernya ada banyak sih, tapi cuma ini aja yang bikin aku cukup menguras emosi.

Bye!

Share: