Minggu, 28 April 2019

Jangan Pernah Merasa Memiliki

Ditengah pekerjaan yang lagi banyak-banyaknya, aku menyempatkan untuk menulis ini. Ya, sebagai pelarian dari kejenuhan dan sebagai self-reminder juga sih.

Jadi beberapa waktu lalu aku terlibat percakapan dengan seseorang yang cukup membuat aku tersadar juga sih, kesimpulan dari percakapan itu adalah...

“Jangan pernah merasa memiliki”

Sebuah kalimat singkat, namun sarat akan makna.

Ya, ku sadari memang benar. Terkadang karena kita merasa memiliki tujuan atau keinginan dan kita begitu berusaha untuk meraihnya. Kita jadi lupa kalau kita bukanlah apa apa tanpa campur tangan Allah. Kita lupa kalau semuanya hanyalah titipan. Datang dan pergi. Begitulah semuanya berjalan.

Apalagi jika kita sudah mengeluarkan pikiran, materi dan tenaga untuk mendapatkan sesuatu, namun hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan. Tentu saja, kita akan sangat merasa kecewa bukan? tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain ikhlas ikhlas ikhlas dan membenahi segalanya.

Dan beberapa hari setelah percakapan itu, aku seperti diberi contoh studi kasus dari kalimat tersebut.

Salah seorang terdekat ku kehilangan HP. Aku orang pertama yang ia kabari, sontak saja aku merasa kaget dan seperti memiliki andil dalam kasus ini. Kejadiannya hanya selang beberapa menit dari terakhir aku mengirim pesan padanya. Aku saja awalnya merasa tak percaya, tapi begitulah adanya.

Sudah menyebarkan berita kehilangan kemana mana dan mencari beberapa kali pun tetap tidak ketemu. Segala fasilitas canggih di dalam HP tersebut  pun rasanya jadi tidak berfungsi, ketika Allah berkehendak lain.

Yang bisa dilakukan hanya ikhlas ikhlas ikhlas dan sabar.

Sejujurnya memang nggak mudah sih melakukannya, mengingat data yang tersimpan di dalam hp itu banyak yang penting. Terbersit juga dalam hati, ‘Duh kenapa harus HP itu sih yang hilang, sayang banget padahal, mana tanggal tua lagi’

See? Ternyata aku sendiri pun masih belum mampu sepenuhnya untuk bersikap tidak merasa memiliki dan ikhlas dengan ketetapan Allah.


Untuk itulah, aku, kamu dan kita semua harus terus belajar, berbenah dan meperbaiki diri. Karena kadang pelajaran itu nggak melulu datang dari bangku sekolahan atau kuliah. Terutama untuk pelajaran hidup.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar