Rabu, 22 April 2020

Lari Dari Kesibukan

Rutinitas bisa mematikan kreativitas, begitu kata salah seorang penulis.

Benar saja.

Sehari setelah memutuskan untuk mengambil cuti, aku sempat bingung akan melakukan apa. Mulai dari mana. Padahal 3 bulan telah berlalu dari sejak terakhir aku mengambil cuti, cukup banyak waiting list kegiatan yang ingin ku kerjakan yang tertunda karena rutinitas.

Membuat bunga flanel, menyelesaikan tugas kuliah, update tulisan di blog, memulai bisnis sampingan, membaca buku, menonton film atau kdrama series yang lagi hits, mempelajari skill baru sampai merawat tanaman mint yang baru ku beli beberapa hari lalu.

Aih, banyak kali ingin ku. Ingin ku masih terlalu idealis ditengah suasana krisis. Tentu tak semua bisa ku kerjakan bersamaan.

Sejak akhir tahun 2019, rencana yang aku susun semuanya terbengkalai begitu saja. Aktivitas ku di dunia blogger yang sudah mulai tertata dan blog ku mulai bernyawa, terpaksa hiatus kembali.

Bahkan kegalauan saat itu kian memanjang sampai sekarang, itulah mengapa aku memutuskan untuk mengambil cuti. Rehat sejenak dari rutinitas. Mencoba kembali bangkit, mengumpulkan potongan yang telah lama berantakan.

Ya, kegalauan yang ku hadapi berat sekali, setidaknya untuk porsi ku. Sebuah hantaman keras menyerang mental ku yang belum siap. Aku sempoyongan, hampir menyerah dengan semuanya. Mungkin lain kali akan ku bahas khusus dalam satu postingan tentang cara ku bangkit dari keterpurukan.

Sekarang aku coba berdamai dengan keadaan, mulai menerapkan prinsip mindfulness dan semua self healing yang bisa ku lakukan.

Kali ini, hanya ini yang dapat ku tulis setelah lama tak menulis. Melemaskan frasa yang mulai kaku karena lama tak berlaku. Sampai jumpa.


Share:

4 komentar: