Kamis, 15 April 2021

Pencapaian Tertinggi Selama 22 Tahun

 


Hola. Kembali lagi bercerita dengan tema hari keempat yaitu pencapaian tertinggi dalam hidup.

Hm, pencapaian ya. Aku jadi mikir keras, rasanya selama 22 tahun hidup di dunia, aku belum punya pencapaian yang membuat decak kagum orang lain. Aku termasuk tipe yang gampang menyerah kalau nggak niat banget, selain itu aku juga jarang mencoba hal-hal baru. Jadi ya, hidup ku gitu-gitu aja.

Tapi demi panjangnya isi postingan ini, maka aku akan membeberkan beberapa pencapaian tertinggi yang menurut ku magical sekali. Mungkin bagi beberapa orang akan biasa aja, tapi bagi ku ini sudah cukup dikategorikan luar biasa. Kalo masih kepo, ayo disimak!

Pertama, juara satu futsal putri antar jurusan

Ini terjadi waktu SMK dulu, ngga lama banget sih, sekitar tahun 2016 an. Namanya SMK pasti terdiri dari banyak jurusan, kebetulan jurusan akuntansi ngadain event futsal yang bisa diikuti jurusan lain dalam lingkup sekolah kami.

Kelas ku juga turut meramaikan, tapi karena jumlah penduduk cowok ngga memenuhi syarat, jadilah penduduk cewek yang akan mengisi slot team futsal. Futsal putri kok, tenang aja.

Bermodal nekat kami tetap ikut meskipun nggak ada satu pun di team kami yang punya basic futsal. Jangankan itu, nendang bola ke gawang aja masih pada nggak becus. Satu-satunya yang bisa diharapkan cuma si kiper berbadan tinggi besar. Dari segi postur udah menang banyak, masalah skill bisalah menyusul.

Awal-awal hari pertandingan kami sempat dicemooh karena permainan yang lebih banyak lawaknya daripada sengitnya. Apalagi lawannya juga newbie. Tapi hari itu berakhir dengan kelas kami sebagai pemenang. Lewat tendangan penalti tentunya.

Hari pertandingan terus berlanjut dan siapa sangka kami yang sempat dicemooh karena permainan lawak malah masuk grand final melawan team inti futsal putri sekolah. Magic sekali bukan?

Nggak. Kami nggak nyogok wasit kok. Dapat duit darimana juga orang buat jajan aja masih kurang. Dan semua itu menjadi semakin magic saat grand final hari itu kelas kami keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. IYA, KELAS KAMI PEMENANGNYAA!!!

FIX INI SEBUAH KEAJAIBAN.

Tapi jawaban lebih logisnya mungkin karena kami cukup diremehkan sehingga team inti yang sudah terlatih ngerasa nggak perlu effort lebih untuk menghadapi kami. Dan ternyata semesta malah membalikkan keadaan.

Yah, semoga kalian bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

Kedua, menang lomba blog

Saat blog ku masih pakai embel-embel blogspot, aku sering insecure setiap mau ikut lomba blog. Udah kualitas tulisan meragukan, blog masih gratisan pula. Lalu aku juga berpikir kalau blog masih gratisan nggak bakalan bisa ngerasain cuan dari blog.

Memang sih kalau mau cuan yang lebih banyak lebih rekomen pakai yang berbayar, supaya bisa ads juga kan. Selain itu untuk ikut lomba yang mewajibkan domain berbayar juga bisa, jangkauan lomba lebih luas nih ceritanya.

Tapi pemikiran semacam itu nggak sepenuhnya benar. Karena saat blog ku masih blogspot pun aku pernah merasakan manisnya cuan dari blog dan menang lomba blog. Ya, meskipun memang perlu effort lebih juga sih.

Jadi hikmah yang bisa diambil, jangan insecure sebelum mencoba.

Ketiga, dapat pekerjaan

Setelah melalui proses panjang dalam mencari kerja, akhirnya sekarang aku bisa sampai di titik dimana aku sampai pada sesuatu yang dulu ku sebut sebagai pekerjaan impian. Tentunya dengan usaha sendiri serta doa orang tua.

Seperti yang kalian tahu, mencari kerja itu susah. Bermodal ijazah SMK memang sulit mencari kerja dengan gaji dan waktu yang sesuai maunya kita. Apalagi kalau kita nggak punya koneksi. Sangat sulit sekali dan aku pernah ada di titik itu.

Saat itu aku hanya bisa berpasrah dan menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Tak lupa juga berusaha sebisanya dan meminta doa dari orang tua.

Setelah itu aku nggak menghitung lagi waktu yang berlalu, aku hanya menjalani apa yang ada di hadapan, sampai akhirnya Allah mengabulkan doa-doa orang tua ku.

Sekarang aku bekerja dan bisa sambil kuliah. Aku juga bisa memberi sedikit kebahagiaan untuk orang tua dan adik ku. I love them.

Ah, jadi mewek kalau ingat perjalanan 22 tahun aku hidup. Ternyata cukup banyak yang ku lalui dan masih banyak pula yang mungkin luput dari ingatan. Dan mungkin cukup segini aja dulu cerita ku. Semoga bisa memberi insight buat kalian ya. Kalau untuk ku sendiri ini akan jadi reminder ketika aku down. Huhu.

Sampai bertemu di postingan besok!

Share:

0 komentar:

Posting Komentar