Cara Mengatasi Bayi Mogok Menyusu Setelah Imunisasi


Aku pernah mengalami bayi mogok menyusu setelah imunisasi DPT, yang bikin demam. Pas imunisasi DPT pertama di usia dua bulan masih nggak apa-apa, menyusunya malah kuat makanya demamnya juga lekas pulih. Dibantu paracetamol juga sih, tapi hanya diminum sekali. Besoknya udah balik ceria lagi.


Imunisasi DPT kedua ini yang bikin aku galau, sebab dia kurang mau menyusu, sekalinya mau pun sebentar banget dan lebih rewel. Nggak tega lihat Hanan nangis terus. Disusuin juga dianya nolak. Maunya dipeluk dan digendong terus. Kalau begini, gimana pulihnya? Duh, emak bingung.


Aku pun mencoba layanan konsultasi menyusui bersama konselor ASI dari Mamabear via WA. Gratis. Oh iya, Mamabear itu adalah brand produk suplemen menyusui (asi booster). Suplemennya bukan yang pil atau obat-obatan gitu kok, melainkan teh, susu almond dan soya, juga cemilan menyusui. Busui pasti perlu nih, karena sering laper kan. Aku udah beli beberapa produknya. Rasanya enak dan ngefek sih di aku. Bikin asi jadi melimpah.


Setelah mencoba berkonsultasi dengan konselornya, aku pun mendapatkan pencerahan bahwa memang begitu respon bayi kalau di tubuhnya ada yang kurang nyaman. Apalagi masih demam juga, badannya pasti berasa nyeri. Cuma bayi kan belum bisa ngomong ya, jadi bentuk komunikasinya dengan nangis. Terus usaha apa yang bisa aku lakukan untuk menemani Hanan dimasa-masa seperti itu? Simak sampai selesai ya.


Perbanyak Skin to Skin

Saran dari konselor ini langsung ku praktekkan. Sambil digendong, aku skin to skin ke Hanan. Hasilnya bikin aku keringetan karena menyerap panas tubuhnya Hanan itu kali ya. Pas Hanan sudah tenang, aku coba susuin dan berhasil.


Skin to skin ini sederhana tapi berefek. Aku yang saat itu panik dengan keadaan Hanan menangis dan nggak mau direbahkan, seketika jadi merasa lega. Nggak ada yang lebih melegakan dari Hanan yang mau menyusu.


Butuh proses skin to skin kurang lebih 10-15 menit sampai Hanan tenang. Kuncinya sabar aja dalam menghadapinya.


Jangan Menyerah Untuk Menawarkan Nen Pada Bayi

Saran kedua yang diberikan adalah untuk jangan menyerah menawarkan nen pada bayi. Proses ini perlu kesabaran lebih ekstra, sebab ditolak saat mau nyusuin itu rasanya nyesss banget. Nggak tahu kenapa aku langsung berasa useless. Emaknya baper sendiri.


Pengen marah dan kesal tapi ini bayi. Aku bisa apa selain sabar dan pantang menyerah. Disini peran suami penting banget. Aku yang mulai kesal, ditenangin lagi sama suami. Aku nganggapnya, suami membahasakan tingkah laku si bayi. Terpenting dia selalu ngingetin untuk aku supaya jangan menyerah. Hasilnya Hanan mau menyusu dengan lahap malam itu. Terima kasih pak suami.


Ulangi. Ulangi. Ulangi.

Dua cara diatas ku ulangi terus sampai intensitas menyusui Hanan kembali seperti biasa dan demamnya turun. Disini paracetamol tetap berperan membantu turunnya demam Hanan.


Sabar dan Pantang Menyerah Adalah Kunci

Pada akhirnya hari itu aku diajarkan untuk bersabar dan nggak menyerah dalam menghadapi tingkah laku bayi. Kalau lagi anteng aja, gemes dan lucunya nggak ketulungan. Tapi memang begitulah punya anak ya, apalagi anak pertama jadi pengajar buat orang tuanya. Semoga kami selalu ingat dengan rasa syukur di hari pertama kehadiran mu ya, Nak, supaya kami bisa menjaga mu terus dengan lebih baik.


Tidak ada komentar