Olahraga Saat Puasa?! Why Not?



Saat puasa kita tetap perlu beraktivitas, seperti olahraga misalnya. Yap, olahraga. Tapi olahraga ketika berpuasa ada tipsnya sendiri loh supaya puasa kita nggak terganggu dan manfaat yang didapat pun maksimal. Hasilnya lebaran nanti badan nggak lebar-an. Apa tipsnya? Simak yuk!

  1. Usahakan jangan olahraga pagi

Loh bukannya olahraga pagi itu malah bikin kita fresh dalam beraktivitas ya? Kenapa nggak dibolehin?!

Bukan nggak dibolehin, hanya nggak disarankan. Karena kalo kita olahraga berat dan membakar banyak kalori pagi-pagi, apa kabar kamu nanti sore? Yang ada puasa mu jadi nggak produktif gara-gara rebahan terus dan kehabisan energi.

Terus gimana dong? Kan aku biasa olahraga pagi untuk membangun mood supaya tetap ceria seharian?

Tetap bisa olahraga dong, tapi pilih yang intensitasnya ringan aja yah. Misal jalan kaki atau stretching.


  1. Olahraga 1 jam sebelum berbuka atau setelah berbuka

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya kenapa jangan olahraga berat di pagi hari saat puasa, sebagai gantinya kamu bisa memilih waktu 1 jam sebelum berbuka atau setelah berbuka untuk pilihan waktu dalam melaksanakan olahraga berat.

Kenapa harus di waktu tertentu itu sih, hel?

Alasannya ketika kamu berolahraga 1 jam sebelum berbuka, kamu bisa segera mengganti cadangan energi yang keluar. Dengan begitu nggak ada gap yang jauh antara berkurangnya energi dan pengisian energi. So, kamu nggak ada alasan buat lemas setelah olahraga saat puasa.


  1. Buat variasi dalam olahraga

Nah ini penting nih, biar nggak bosan sama olahraga. Apalagi buat si pemalas yang punya cita-cita rajin olahraga. Kayak aku wkwkwk.

Aku biasanya olahraga cuma ngikutin video di youtube aja dan yang paling sering aku tonton itu channel Eh Olahraga Yuk. Itu channelnya bagus banget buat kalian yang masih pemula biar termotivasi terus, gerakannya juga variatif dan ada program olahraga tertentu juga yang berisi kumpulan video. Jadi kamu nggak perlu bingung mikir lagi, hari ini mau olahraga apa ya? Semua udah disediain, tinggal usahanya aja yang dikencengin.


  1. Cukupi kebutuhan gizi harian

Selama puasa, waktu makan yang terbatas nggak jadi alasan untuk nggak mencukupi kebutuhan gizi harian. Ini penting, karena sebagai penunjang aktivitas kita seharian. Mencukupi gizi harian nggak perlu dengan makanan mahal kok. Jaman sekarang udah banyak orang yang membagikan resep makanan sehat dengan budget hemat. Semua pilihan ada di kita yang mau usaha atau nggak untuk masak sendiri.


Segitu aja dulu tips yang bisa aku bagikan. Nggak usah banyak-banyak, 4 poin itu aja kalo diamalkan dengan benar, hasilnya kelihatan kok. Besar atau kecilnya hasil juga bergantung pada proses yang kamu jalani dan effort yang kamu keluarkan untuk hal itu. So, jangan malas berolahraga!


*Pssstt… tulisan ini juga sebagai reminder untuk diri sendiri hehe

Kegiatan Favorit Keluarga Selama Ramadhan


Holaa! Kembali dengan helka disini yang akan membahas tema tentang kegiatan favorit keluarga saat ramadan. Oiya, hari ini udah hari ke 21 aja yah.

Sesuai tema, aku berusaha mencari kembali kegiatan khas apa yang biasa keluarga kami lakukan saat ramadan. Cukup sulit ternyata, mengingat kami tak punya kegiatan spesifik untuk diceritakan. 


Tapi kalau dipikir-pikir lagi, aku paling suka saat mendekati hari lebaran. Biasanya Mama mulai menyiapkan makanan untuk dimakan di hari lebaran. Makanan yang biasa dibuat antara lain, nasi kuning, lontong, buras/lapat.


Jangan tanya, "mana opor? mana ketupat?".


Kami tidak terlalu suka itu, meskipun kedua makanan tersebut merupakan makanan khas lebaran. Jadi kalau kurang suka, ngapain dibuat kan. Toh, rumah ku bukan rumah yang biasa jadi tempat berkumpul keluarga. Hehehe, sebuah pembelaan.


Karena ku rasa tak banyak yang bisa diceritakan, mari untuk kita sudahi saja postingan ini. Sampai jumpa.

Puasa di Masa Pandemi



Heihooo!! Mari kita cerita tentang hari ini, tentang puasa di masa pandemi. Nggak kerasa ya, udah tahun kedua kita melewati puasa bersama covid-19. Dan kembali doa tahun lalu terucap, "semoga covid-19 cepat hilang dari bumi ini".

Sama seperti tahun lalu, mobilitas kegiatan  selama ramadan masih dibatasi. Beruntungnya shalat tarawih berjamaah di masjid sudah diperbolehkan tahun ini. Alhamdulillah ada kemajuan.


Bulan puasa tahun ini juga, sedikit sekali aku mengikuti jadwal bukber. Entah karena masih pandemi atau karena aku yang semakin dewasa. Hm, entahlah. Ku rasa bukber tak seasik dulu. Jika tak bersama orang yang cukup dekat, menurut ku bukber hanya jadi ajang pamer. Bukan reuni antar teman lama.


Tapi aku bersyukur sekali, tahun ini aku melewati bulan puasa dengan anggota keluarga yang lengkap. Sahur dan berbuka masih bersama dengan orang-orang yang sama di tahun sebelumnya. Semoga saja tahun depan nambah satu anggota lagi hehehe.


Meskipun sekitar satu bulan sebelum ramadan, aku kehilangan salah satu sanak keluarga dari mama. Sedih sekali. Mengingat aku juga akrab dengan beliau.


Dan ya, seperti biasa, si anak rumahan ini tidak punya begitu banyak kegiatan diluar. Apalagi selama ramadan, kehidupan ku hanya seputar kantor-rumah. Sesekali pas weekend baru jalan. Terlihat membosankan? Nggak juga, aku masih nyaman tapi sesekali juga merasa burn out kok wkwk


Jadi postingan ini sampai sini aja ya, sampai jumpa di postingan berikutnya.