Rekomendasi Tempat Wisata Favorit di Tabalong

 


Lebaran jadi momen kemenangan bagi umat Islam karena sudah mampu menyelesaikan ujian puasa selama satu bulan. Selain itu lebaran jadi ajang untuk silaturahmi antar keluarga. Biasanya di hari pertama sih. Kalau sudah hari kedua dan seterusnya akan dihabiskan dengan liburaaan.


Meskipun liburan keluar kota dan nonton bioskop di mall terdengar menggiurkan. Ya gimana nggak, banyak film bagus keluar pas lebaran gini. Tapi nggak apa-apa deh, di Tabalong sendiri cukup banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi saat libur lebaran. Kali ini aku mau merekomendasikan beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi saat lebaran di Tabalong.


  1. Riam Bidadari

Terletak di desa Lumbang, Muara Uya tempat wisata Riam Bidadari ini selalu dikunjungi pengunjung untuk healing. Disini kalian bisa camping atau bersantai menikmati pemandangan pegunungan dan berenang di sungai dengan bebatuan yang cukup dangkal. Tapi tetap berhati-hati karena ada beberapa titik yang arusnya cukup deras.


Riam Bidadari (source: koleksi pribadi)

Harga tiket masuk Rp. 5.000/orang. Kalau ingin camping harga tiketnya Rp. 15.000/orang. Selain itu disini ada penyewaan tenda, karpet dan alat camping lain. Di sekitar tempat wisata tersedia banyak warung milik penduduk lokal.

Untuk fasilitas sudah tersedia musholla, wc dan kamar mandi yang cukup memadai. Namun jika sedang ramai pengunjung, harap bersabar karena jumlahnya terbatas.


  1. Taman Sapana

Tempat wisata favorit keluarga yang kids friendly. Disini tersedia ragam area bermain ramah anak (playground), taman burung merpati, tamam kelinci, kolam terapi ikan, ATV arena, dan becak mini.

Biaya masuk Rp. 5.000 untuk dewasa dan Rp. 3.000 untuk anak-anak. Biaya masuk belum termasuk dengan wahana yang ditawarkan, jadi masih perlu biaya tambahan untuk menikmati wahana didalamnya. Tapi nggak perlu khawatir, karena harganya masih terjangkau. Mulai dari Rp. 10.000 - Rp. 20.000 per orang.

Fasilitas disini juga sudah lumayan lengkap, ada mushola, WC yang tersedia di beberapa titik dan warung makanan & minuman. Biasanya saat akhir pekan, musim libur sekolah, lebaran dan tahun baru tempat ini ramai pengunjung.


  1. Goa Liang Tapah

Goa Liang Tapah merupakan wisata goa yang dibawahnya terdapat perairan, sehingga kalian bisa menikmati dua wisata sekaligus. Pertama, di bagian atas kalian bisa menikmati pesona goa dengan stalaktit dan stalakmitnya. Kedua, di bagian bawah terdapat kolam buatan yang sumber airnya berasal dari perairan dalam goa. Airnya segar banget loh.


View perairan di dalam Goa Liang Tapah

Di bagian kolam ini bisa dinikmati anak-anak dan orang dewasa. Ada penyewaan pelampung ban berbagai ukuran, tapi pastikan untuk selalu mengawasi anak-anak kalau bermain disini.


Kolam depan gua yang mengarah ke kolam buatan

Untuk fasilitas sudah terdapat satu aula yang cukup besar, kamar mandi dan WC. Ada beberapa warung milik warga lokal juga yang berjualan disini.

Lokasinya di desa Garagata Kec. Jaro dengan jarak tempuh sekitar 1 jam 20 menit dari pusat kota Tabalong. Akses menuju ke lokasi sangat mudah dan bisa dilalui sepeda motor dan mobil, meskipun di beberapa titik masih ada jalan yang belum mulus tapi masih bisa ditolerir. 


  1. Air Terjun Lano

Dari semua tempat wisata yang aku rekomendasikan, air terjun lano yang terjauh sih. Hampir berbatasan dengan perbatasan Kalsel dan Kaltim. Jarak tempuhnya sekitar 1 jam 30 menit, terletak di Desa Lano Kec. Jaro.

Menurut ku kalau mau kesini cukup effort, karena dari parkiran menuju air terjunnya aja sekitar 500 m berjalan kaki. Sedangkan warung, WC dan kamar mandi terletak nggak begitu jauh dari parkiran. Kebayang nggak tuh, gimana kalau mau ganti baju, BAK, dll.

Pas sampai air terjun, airnya segar dan suasananya masih asri sekali. Pas banget buat healing dengan tema back to nature. Sepanjang jalan setapak menuju ke air terjun juga mata dimanjakan dengan suasana hutan yang masih asri.


  1. Danau Walet

Tempat wisata ini baru dibuka beberapa tahun terakhir. Berlokasi di desa Teratau Kec. Jaro perlu waktu tempuh sekitar 1 jam 4 menit dari pusat kota Tabalong untuk sampai kesini.

Danau Walet merupakan tempat yang cocok untuk yang ingin liburan ke alam, karena sebagian besar tempat ini merupakan danau yang cukup luas dan area camping. Tentu saja bisa camping disini, selain itu ada wahana flying fox, perahu bebek, lanting, perahu jukung dan waterball yang bisa kalian coba.

Fasilitas umum berupa mushola, aula, kamar mandi, WC, dan cafetaria pun tersedia disini. Untuk lebih detailnya, kalian bisa kepoin IG @ekowisatadesateratau yaa..


Sekian untuk rekomendasi tempat wisata yang bisa bisa kalian datangi saat libur lebaran nanti di Tabalong. Semoga membantuuu.

Ngabuburit Asik Dengan Bikin Bubur Sumsum

 

pic bubur sumsum by jerry (via ig jerrymci7)

Setelah jadi Ibu, waktu ku lebih banyak di rumah. Ngabuburit sambil jalan berkeliling kota? Mau banget. Tapi apalah daya ku kalau pak suami masih bekerja jam segitu. Opsi jalan berdua sama si bayi nggak mungkin juga ku lakukan. Riweh sendiri akunya.


Sore itu dengan sisa tenaga yang ada, aku scroll IG sambil mencari referensi menu berbuka puasa. Biasanya aku suka mampir ke akunnya para alumni masterchef, kayak jerry, devina hermawan, ocit, devy anastasia, dll buat dapat menu simpel tapi enak. Keseringannya sih, recook resepnya jerry dan devina. Selain mudah dipraktekkan dan dimengerti, bahannya juga mudah ditemui.


Seperti bubur sumsum dari resep jerry (ig: jerrymci7), aku ngiler banget. Cocok dijadikan takjil. Tapi sayang, stok tepung beras di rumah ku nggak ada. Jadi resepnya simpan disini dulu aja, sekalian berbagi sama yang nggak terjangkau. Kalau aku recooknya nanti deh, pas sudah beli tepung beras. Heheheh.


Bubur Sumsum Ala Jerry MasterChef

Bahan kuah:

125 gr gula aren

125 ml air


Bahan bubur sumsum:

75 gr tepung beras

500 ml air

150 ml santan kental

½ sdt garam

1 sdm minyak


Cara Membuat:

  1. Didihkan bahan kuah. Setelah larut, sisihkan.

  2. Masukkan tepung beras, air, santan dan garam. Masak sampai mulai meletup, masukkan minyak. Aduk dan masak sebentar sampai tercampur rata. Matikan api.

  3. Hidangkan bubur dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah gula.


Mudah kan, cara membuatnya? Duh, gatel banget pengen bikin. Habis ini mau langsung otw beli bahan lengkapnya ah. Yuk bikin juga gaes, selamat mencoba!

Momen Ramadan Tak Terlupakan

 


Setiap ikut blog challenge ramadan, selalu ada tema tentang cerita ramadan yang paling berkesan dan tak terlupakan. Kebanyakan cerita ramadan yang paling berkesan untuk ku ya di masa kecil, saat waktu ku hanya dihabiskan untuk bermain bersama sepupu dan teman-teman ku. Sebegitu berkesan memang ramadan jaman dulu.


Karena cerita ramadan bersama teman dan sepupu ku di masa kecil sudah ku ceritakan disini dan disini, maka tahun ini aku ingin bercerita tentang momen ramadan tak terlupakan saat peran ku hanya sebagai seorang anak.


Belakangan, setelah tiga tahun terakhir melalui ramadan dengan peran baru sebagai seorang istri dan ibu. Aku merasakan betul kepayahannya ibu di saat ramadan. Bangun paling awal untuk menyiapkan sahur, tetap memasak di siang hari untuk menyiapkan menu berbuka. Padahal tenaga saat sore menjelang siang itu benar-benar low battery. Bahkan saat malam bisa tidur paling akhir sebab perlu menyiapkan beberapa persiapan agar sahur nanti bisa menyiapkan menu lebih cepat dan ringkas.


Kadang aku berpikir, aku ingin egois untuk pengen tidur aja memuaskan rasa kantuk ku. Tapi sesaat kemudian aku sadar, kalau aku nggak bergerak bahan makanan tentu nggak bisa matang dengan sendirinya. Disaat seperti ini, aku hanya berharap semoga apa yang ku lakukan bisa menjadi ladang pahala.


Situasi saat ini jauh berbeda dengan aku di masa masih hanya berperan sebagai seorang anak. Dulu alarm belum sampai berdering, mama sudah membangunkan ku untuk makan sahur. Bangun sahur pun makanan sudah tersedia. Meskipun terkantuk-kantuk, aku tetap bisa makan tanpa memikirkan apapun.


Menjadi ibu menyibakkan banyak hal yang nggak aku pahami sebelumnya. Selalu dihadapkan pada situasi yang nggak aku inginkan dan nggak pernah aku bayangkan, menjadi benar-benar harus menghadapi situasi tersebut. Mau mencoba lari pun hanya akan menambah masalah. Pantas saja, para ibu itu banyak yang kuat. Kuat fisik, kuat mental.


Momen ramadan sebagai seorang anak yang menyenangkan lainnya adalah saat ngabuburit berkeliling kota bersama bapak, meskipun susah sekali mengajak bapak supaya mau jalan. Tapi sekalinya mau, rasanya menyenangkan sekali. Belum lagi kalau dibelikan kembang api yang dimainkan di malam hari. Hihihi, definisi bahagia itu sederhana nggak sih?


Aku bersyukur orang tua ku memberi pengalaman menyenangkan di masa kecil ku saat ramadan, karena berkat itu aku punya role model untuk memberi kenangan menyenangkan yang sama atau bahkan lebih dari orang tua ku dulu kepada anak ku.