Kamu yang Berpipi Chubby Bisa Coba Gaya Rambut Berikut!


Cewek berwajah bulat dan berpipi chubby itu gemesiinn, ye kannn?!?

Tapi kadang suka bingung setiap kali mau potong rambut, mau gaya rambut yang kayak gimana. Takutnya ntar muka ku jadi keliatan semakin chubby huhu

Ada yang ngalamin dilema sama kayak aku juga gak?

Meskipun berhijab, tapi aku juga tetep memperhatikan gaya rambut yang bikin aku nyaman dan gak gerah. Buat yang nggak berhijab sangat worth it juga ngikutin tips dibawah ini dan mempraktekannya.

Yuk ah, langsung aja dibaca ulasannya.


Tips 1 : pilih potongan gaya rambut lurus, shaggy, atau edgy bob.

Tahukah kalian, kalau gaya rambut lurus dengan poni belah tengah akan memberi kesan efek pipi terlihat lebih tirus. Lalu, gaya rambut shaggy memberikan kesan wajah oval. Sedangkan gaya rambut edgy bob dengan potongan yang tepat pada rahang membuat efek tirus juga pada wajah loh.

Gaya rambut lurus, shaggy dan edgy bob itu kayak gimana ya?

Cus langsung cari di google gengs atau kalo males, bisa nih intip referensi gambar dibawah ini. yang nyomot dari google images juga tentunya ehehe










Tips 2 : gaya rambut pendek

Si pipi chubby juga bisa loh, tetep tampil imut dengan rambut pendeknya.

Caranya, cobalah gaya rambut middle bob. Dibelah samping hingga menutupi pipi dan rahang. Tambahkan poni agar wajah tidak terlihat bulat. Berikan pula efek messy pada rambut agar kelihatan lebih bervolume. Dan bisa ditambahkan juga pewarna rambut seperti warna dark brown agar terlihat semakin menarik.

Kira-kira itu aja sih yang bisa aku bagikan, selain karena aku emang jarang bereksperimen dengan rambut, aku juga bukan orang yang terlalu ribet memikirkan bagaimana gaya rambut ku. Meskipun tetap memperhatikan agar gaya rambut tersebut tidak membuat ku gerah atau merasa ribet sendiri.
Yang terpenting dari rambut itu menurut ku adalah kesehatannya.

Percuma juga kan, kita sering gonta-ganti gaya rambut tapi rambut kita sendiri masih bermasalah dengan masalah rambut lain, seperti ketombe, rambut rontok, rambut bercabang, dll.
Untuk itulah, aku juga masih fokus berkutat pada penanganan masalah rambut. Terutama rambut rontok, huh!

THR? Buat Apa Aja Ya??




Siapa yang duit THR nya udah masuk rekening?

Atau ada yang masih nunggu nunggu aja?

Atau ada yang cuma denger beritanya doang tapi gak ikut menikmati kucuran dana THR?

Untuk yang opsi kedua, aku mau ngasih tau, kita sama. Hiks.

Buat yang THR nya udah masuk, kuy lah mulai ikutan berburu promo ramadhan.

Hm, tapi kalo dipikir-pikir sayang juga sih, bonus THR yang diberikan satu tahun sekali ini dihabiskan untuk membeli hal-hal yang sebenernya kita nggak perlu banget. Malah cuma karena kita lapar mata doang jadi rela habisin duit sebegitu banyak.

Bukan kah seharusnya puasa melatih kita untuk menahan napsu dan menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat? Seperti napsu makan, minum, gibahin orang, dan segala hal yang bikin napsu dan tidak berfaedah lainnya.

Di tulisan kali ini aku cuma sedikit memberi saran atau beberapa opsi, mengenai kemana kita akan mengalokasikan dana THR ini, supaya nggak terbuang sia-sia. Tapi terserah para pengguna dana THR itu sendiri sih mau dikemanain.

Oke, langsung aja kita ke opsi yang pertama!


Opsi 1 : Masukkan ke tabungan

Yep, saran terbaik ketika kita punya uang berlebih dan kebutuhan juga lagi nggak banyak adalah ditabung. Karena aku juga pernah ada diposisi dimana, punya uang lebih dan nggak tahu harus mau diapain. Tapi aku pengen pake uang itu untuk membeli sesuatu atau melakukan sesuatu.

Kemudian aku iseng cek promo pakaian atau skincare di marketplace. Hasilnya uang aku terbuang banyak, sedangkan pakaian yang aku beli nggak terpakai. Skincarenya juga nggak cocok huhu

Terus kadang bisa juga aku menggunakan uang itu untuk membeli beberapa cemilan. Beberapa cemilan dari berbagai jenis. Banyak dong jadinya wkwk

Sedihnya gara-gara kebanyakan ngemil, aku jadi makin gendut. Waaaaa aku nggak terimaaa!!

Menabung ini emang opsi yang worth it banget buat kalian yang belum berani berinvestasi. Selain bisa dilakukan kapan aja dan dimana aja, budget yang mau ditabung juga kita yang nentukan sendiri.

Nggak bakalan ada ruginya deh!

Aku udah sering banget ‘ditolongin’ sama dana dari tabungan ini, apalagi pas ditanggal tua. Meskipun setelahnya aku harus tertatih-tatih lagi mengumpulkan dana dari nol.


Opsi 2 : Sedekah atau lunasi utang

Bersedekah itu dapat pahala.

Bulan Ramadhan pahala dilipat-gandakan.

Kalo kita bersedekah di bulan ramadhan? Auto dapat pahala dong.

Yuk guys, manfaatkan hari yang tersisa dibulan ramadhan ini dengan bersedekah. Selain dapat pahala berlipat, penelitan juga mengatakan jika berbagi itu membuat hormon bahagia kita meningkat. Auto bermanfaat banget ini mah.

Dan jangan lupa juga sama tanggungan utang kita ya.

Mumpung dapat uang lebih nih, jadi nggak teralu mengurangi kebutuhan wajib belanja bulanan kita.
Bukankah sebaik-baik orang adalah yang melunasi utangnya ketika ia sudah mampu membayar.


Opsi 3 : Upgrade skill

Daripada duit THR nya terbuang sia-sia, mending digunain untuk upgrade skill.

Jaman udah berubah sob, kita nggak bisa lagi menyamakannya dengan pola pikir jaman dulu. Kita dituntut kreatif , inovatif dan harus mampu menaklukan tantangan jaman. Itulah kenapa penting untuk kita upgrade skill.

Skill yang mau diupgrade macam-macam, contohnya kaya berwirausaha, digital marketing, public speaking, coding, ikut pelatihan menulis, pokoknya banyak deh. Sesuaikan aja dengan minat kalian. Mana tau suatu saat nanti skill tersebutlah yang mengantarkan kalian pada rezeki yang lebih baik lagi.

Segitu aja dulu referensi yang bisa aku berikan tentang mau dialokasikan kemana uang THR kita. Mau kemanapun uang itu digunakan, semoga bisa memberi manfaat kepada kita atau orang lain ya. Jangan jadi suatu pemborosan atau hal yang sia-sia.

Tampil Cantik dengan Baju Tunik




Grup alumni sekolah dan kantor udah mulai rame nih di WA membahas masalah bukber, belum lagi temen-temen segeng. Dari yang mulai wacana sampai yang terlaksana tetep dilist, buat ngitung berapa kira-kira budget buat bukber tahun ini.

Hm, lumayan banyak juga. Tapi begitu liat baju di lemari sambil mikir gimana outfit kece buat bukber nanti kok, rasanya baju ku cuma itu itu aja ya? Huaaaa...

Ada yang pernah ngalamin ini nggak?

Jadwal bukber banyak, tapi baju di lemari rasanya kayak sedikit. Nggak cukup lah ini, masa harus pakai baju yang sama di acara bukber yang berbeda?

Why not?! Toh, nggak ada orang yang sama juga di setiap acara bukber, kecuali kalo emang nggak sengaja ketemu di tempat itu. Beda lagi ceritanya tuh.

Hm, daripada beli baju baru lagi, mending duitnya disimpan. Atau disedekahkan biar dapat pahala berlipat ganda, mumpung bulan Ramadhan.

Disaat kalian ada disituasi begini, coba deh, kalian ubek-ubek isi lemari kalian. Liat kira-kira mana yang bisa di mix n match kan. Cara ini emang memerlukan kreativitas supaya baju yang sama itu nggak terlihat sama. Hayo loh gimana caranya tuh?!

Disini aku coba memberi sedikit pencerahan buat kalian, terutama buat yang punya baju tunik. Kalian bisa contek style dibawah ini nih!


















Masih belum cukup? Klik ini deh https://youtu.be/8i5wEdQnrw

Di channel itu ada banyak banget style, selain tunik juga, yang bisa kalian ikuti. Sesuaikan dengan stok baju di lemari kalian yak.

Aku juga mau ada cerita sedikit sih, tentang padu padan baju ini. Tubuh ku yang pendek dengan bobot normal tapi mendekati kegemukan, sempat bikin aku nggak pede buat pake baju tunik. Nggak cuma baju tunik aja, hampir setiap mau beli baju aku selalu mikir dulu. Ini bikin aku keliatan gendut apa engga? Atau ini bikin aku keliatan makin pendek apa engga?

Huh, ribet pokoknya. Beginilah ketika cewek overthinking memutuskan pilihan. Ada begitu banyak pertimbangan sebelum memutuskan sesuatu.

Waktu itu juga aku belum pernah coba pake dan beli baju tunik, hanya membayangkan aja. Kalo aku pake itu gimana ya?

Sampai akhirnya aku membaca sebuah ulasan, kalo cewek pendek tetep bisa tampil kece dengan tunik asal bisa memadu-padankan. Aku lupa link blog itu, jadi nggak bisa share disini deh. Dan karena itu, aku beli lah baju tunik, ternyata cocok. Nggak seaneh yang aku pikirkan.

Hoho, semoga postingan ini bisa memberikan pencerahan yak, meskipun sedikit wkwk