Jumat, 30 Oktober 2020

Pentingnya Wanita Sadar Politik



Kembali aku turut meramaikan kegiatan bulanan komunitas blogger tercinta yaitu FBB Kolaborasi. Dimana bulan ini masih satu rangkaian dengan acara ulang tahun ke-4 Female Blogger of Banjarmasin spesial mengangkat tema suara perempuan dalam dunia politik.

Baca juga : Review Mirabella Kosmetik

Sempat maju-mundur untuk berpartisipasi, karena aku tipe perempuan yang selalu menghindari pembicaraan tentang politik, apalagi sampai memicu perdebatan. Berabe dah... 


Selain berpikir bahwa politik itu identik dengan laki-laki, aku juga merasa ini bukan ranah ku untuk bicara. Pemikiran semacam ini berubah drastis setelah nonton IG live Mba Ani Berta bersama Ibu Wanda Hamidah bertajuk Pentingnya Perempuan Melek Politik. Ada banyak perspektif baru yang aku dapat akan pentingnya wanita berpolitik.




Mispersepsi tentang Politik


Aku sendiri sempat menganggap bahwa politik itu adalah hal kotor dalam pemerintahan, tapi persepsi ku salah besar. 


Adalah ketika ada hak yang disalahi, menyulitkan, mengganjal hati dan kita merasa harus bertindak/menyampaikan hal tersebut kepada para pemangku kebijakan, itulah politik. Dalam hal ini ruang lingkupnya tidak hanya dalam pemerintahan, tapi bisa juga ditempat kerja ataupun dalam kegiatan sehari-hari. Tergantung bagaimana kita mengkritisi isu yang ada.


Ah, mikir kebutuhan ekonomi aja susah, ngapain mikir politik lagi deh, bikin pusing aja.


Coba deh pikir, misal harga salah satu kebutuhan pokok naik, pasti kita akan ngedumel, ngeluh, sedangkan pemasukan nggak seberapa. Kemana kita akan menyuarakan hal ini? Bagaimana para pemangku kebijakan bisa mendengar suara kita?


Atau saat (amit-amit) menjadi korban pelecehan seksual ditempat umum, apakah kita akan diam aja? Kepada siapa kita harus menyuarakan hal ini supaya pelaku mendapatkan ganjaran yang setimpal?


Inilah kenapa pentingnya wanita berpolitik, berpikir kritis, sadar akan hak dan berani menyampaikan pendapat karena sampai saat ini masih saja ada kesenjangan pada kaum minoritas/marginal, begitupun terhadap perempuan. 



Apakah harus menjadi politisi untuk menyuarakan hak?


Tidak juga, tapi jika mampu untuk terjun langsung ke dunia politik akan lebih bagus lagi. 


Walaupun demikian jangan sampai terjun ke politik tanpa tahu tujuan, nggak tahu mau memperjuangkan apa. Salah-salah bisa terjerumus dalam another mission yang malah mementingkan diri sendiri atau golongan tertentu. Ini yang sering bikin orang salah paham tentang politik. Oknum yang berulah, kita yang menanggung.


Masih ada cara lain untuk menyuarakan hak meskipun tidak terjun langsung ke ranah politik, misal saat kalian menandatangani petisi tentang ketidakadilan, menyebarkannya, mengumpulkan orang-orang dengan suara yang sama untuk memenangkan hal tersebut, itu juga termasuk politik.


Cara lain lagi, saat berpartisipasi dalam pemilihan wakil rakyat atau kepala daerah. Sangat penting untuk memilih daripada bersikap netral, netral atau tidak memilih sama saja tidak menginginkan perubahan. Dengan memilih, kita sudah menitipkan satu suara untuk membela hak kita. Ini yang jadi penentu apakah suara tersebut akan terdengar atau tidak.


Baca juga : Jaga hutan jaga kehidupan 

Tips Memilih Wakil Rakyat atau Kepala Daerah


Seringnya terjadi kesenjangan terhadap perempuan, apakah membuat kita harus memilih perempuan pula? Tidak harus. Kita mendukung kesetaraan gender, tapi bukan berarti harus selalu berpihak pada gender tertentu.


Lalu, bagaimana agar bisa memilih calon yang tidak ‘membohongi’ dengan janji masa kampanye?


Jadilah pemilih cerdas yang fokus pada kesamaan visi misi kita dengan yang dibawa si calon supaya ketika melihat suatu kesulitan, kita bisa menyampaikan aspirasi ke calon tersebut. Selain itu ada 2 faktor lain yang jadi bahan pertimbangan dalam memilih yaitu prestasi yang ditorehkan si calon dan rekam jejaknya.



Menulislah dengan hati


Setelah menulis ini semua, aku tiba-tiba teringat dengan influencer sekaligus youtuber yang juga punya blog, Gita Savitri Devi. Sosok ini seakan tidak gentar menghadapi cercaan netizen terhadap pemikiran kritis mengenai keresahan hatinya tentang isu kesetaraan gender dan pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya di negara yang masih menganut patriarki. Dia benar-benar tahu apa yang sedang ia suarakan.




Sangat berbanding terbalik dengan aku yang kalau mau nulis di blog aja mesti mikir berapa kali dulu. Tulisan ku nyinggung orang nggak ya, bisa dipahami audience nggak ya, serta pemikiran-pemikiran lain yang berseliweran dikepala ku. Fiuuhhh..


Maka dari itu mulai sekarang harus membiasakan menulis atau melakukan apapun sesuai kenyamanan kita, suara hati kita, jangan pedulikan omongan netizen. Selama yang kita lakukan benar, jangan gentar. Ini juga salah satu alasan pentingnya wanita berpolitik, berani bersuara dengan apa yang bisa dilakukan. Berhubung aku blogger, aku memberanikan diri untuk menulis ini semua hehe


So, mulai sekarang jangan menghindar lagi dari politik yah.


Sampai jumpa ditulisan lainnya.


Share:

10 komentar:

  1. Kayak karena nila setitik rusak susu sebelanga ya, politik terkesan buruk gara-gara ulah oknum tertentu :(

    BalasHapus
  2. Betul bgt. Memilih wakil rakyat jangan asal. Harus ada prestasi dan rekam jejak. Semoga semakin banyak perempuan berkualitas yang berkiprah di banyak bidang

    BalasHapus
  3. Menyuarakan kepentingan perempuan secara konsisten jelas nggak mudah. Salut sama mbak gita yang tetap berjalan sesuai tujuannya.

    BalasHapus
  4. Ih, aku juga suka ikuti gitasav. Kalo liat di videonya dia berani banget mengutarakan bagaimana pendapatnya :D

    BalasHapus
  5. Waaaah gitasav. Aku juga pengikut garis keras doi, haha. Soalnya dia emang memperjuangkan hak untuk kesetaraan gender.
    Dan juga dalam kesetraan gender itu mencakup antara laki laki dan perempuan disemua bidang, contoh nya saja bidanh politik. Menurut aku ya, kalao perempuan melek politik atau paling tidak peduli, itu dia keren. Kaya mbak nana misalkan. Pikiran luas dan cerdas

    BalasHapus
  6. selain Gitasav ada juga mbak Najwa shihab yang sekarang gencar banget menyuarakan berbagai isu politik di negeri ini. nggak banyak ya perempuan yang berani seperti mereka sekarang ini

    BalasHapus
  7. This! Sebenarnya ada banyak jalan untuk menyuarakan suara perempuan agar didengar dunia. Kita bisa melakukannya sesuai passion kita, yg punya passion politik, tidak ada salahnya terjun ke dunia politik.

    BalasHapus
  8. This! Sebenarnya ada banyak jalan untuk menyuarakan suara perempuan agar didengar dunia. Kita bisa melakukannya sesuai passion kita, yg punya passion politik, tidak ada salahnya terjun ke dunia politik.

    BalasHapus
  9. Kita emang harus sadar politik sih, klo gak faham gak baik juga.. ntar ngikut sana oke ngikut sini oke..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bgt mba, kalo kita paham kan & punya kriteria sendiri jd ga mudah terpengaruh..

      Hapus