Ramadhan Childhood Memories




Cielah judulnya sok inggris banget, padahal masa kecil ku di bulan ramadhan nggak ada hubungannya sama sekali dengan dunia barat. Biar keliatan beda aja sih sebenernya wkwk

Ngomongin tentang masa kecil di bulan ramadhan bikin pikiran aku melayang ke zaman SD. Flashback dikitlah.

Aku di pagi bulan ramadhan, setelah sholat subuh nggak pernah nyambung tidur lagi. Nggak ngantuk. Nggak kayak sekarang, dibawa rebahan bentar aja bawaannya gampang banget tidur. Entah kenapa semakin tua seseorang, semakin bertambah pula kadar ngantuknya, tapi waktu tidurnya malah semakin sedikit. Ada yang sama?

Selain karena nggak ngantuk, biasanya di 10 hari awal bulan Ramadhan aku ada jadwal ngaji di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Masuknya dari jam 7 pagi sampai selesai. Biar kata disuruh masuk jam 7 pagi, tetep aja ada yang datang ke TPA jam 6 an. Anak cowok nih yang kayak gini, biasanya mereka pinjam kunci dulu sama guru/pengurus TPA, biar bisa masuk ke TPA duluan meskipun guru ngaji belum datang.

Lalu apa yang mereka lakukan selama hampir satu jam menunggu guru ngajinya datang? Perang sarung jawabannya.

Sumpah itu permainan berisik banget. Ditambah lagi dengan suara cekikikan mereka kalo lagi asik-asiknya main dan itu bikin aku KZL!!!

Lupakan soal kekesalan ku tentang permainan perang sarung itu, aku hanya lebih suka main petak umpet. Ini merupakan opsi kedua ketika jumlah pemain cowok dan ceweknya seimbang atau lebih dominan cewek. Aku pasti ikutan.

Hal lain yang ngangenin dari bulan ramadhan di TPA ini adalah di hari kesepuluh atau hari terakhir masuk TPA, biasanya diadakan buka bersama. Kegiatan yang diisi sebelum berbuka biasanya nonton bareng film kisah para Nabi & Rasul. Edukatif sekali untuk para audience anak-anak yang lebih suka nonton kartun daripada memperhatikan ceramah.  Di akhir film, kita diberikan kuis seputar kisah para Nabi & Rasul. Bagi siapa yang bisa menjawab akan ada hadiah misteri menanti, setelah berbuka dan shalat maghrib tentunya.

Itu kenangan masa kecil helka di bulan ramadhan dengan dunia TPA. Ada juga nih kenangan lain yang diberikan sekolah dasar dalam mengisi hari-hari di bulan ramadhan.

Semuanya pasti pernah ngerasain kan, ada tugas mengisi buku/jadwal kegiatan ramadhan?

Yep, aku juga pernah. Sebuah tradisi yang legend banget emang di kalangan anak kecil dalam mengisi harinya selama bulan ramadhan. Gara-gara ini juga imam berasa jadi artis setiap habis sholat tarawih karena mau dimintain tanda tangan wkwk

Ngomongin soal tarawih, ada satu hal lagi yang bikin aku  kangen.

Dulu aku sering bawa jajanan ke masjid buat nemenin shalat tarawih. Nggak cuma aku sih, temen-temen ku juga. Parahnya, snacknya malah dimakan pas lagi sujud gitu. Hahahah bangke emang. Dikira sholat tarawih kayak nonton bioskop ya jadi pada bawa bawa snack wkwk

Parah emang masa kecil ku.

Oiya, ada satu lagi kenangan masa kecil di bulan ramadhan. Jika sedang tidak ada kegiatan di TPA, habis sholat subuh biasanya aku jalan-jalan gitu sama sepupu atau sama temen. Entah jalan kaki, naik sepeda atau naik motor, pokoknya jalan. Jalannya juga nggak jauh-jauh banget sih, paling di sekitar kelurahan tempat tinggal ku aja.

Hm, apalagi ya?

Oh ini...

Karena bulan ramadhan ku pas SD itu sekolah libur satu bulan, aku jadi no life dong. Hp belum punya dan nggak sehits sekarang juga anak kecil punya hp android.  Zaman ku dulu, punya hp yang bisa muter mp3, punya kamera, ada bluetooth dan bisa buka internet aja udah mewah banget.

Aku pun memilih menghabiskan waktu dengan jalan ke rumah temen. Entah buat ngajakin temen tersebut untuk ke rumah temen lainnya atau ke suatu tempat, tukeran binder, dan macam-macam lah. Pokoknya aku di masa kecil itu selalu punya kegiatan diluar, gak heran kalo dulu kucel banget. Ehm, sekarang pun masih sih. Dikit.

Huaaa aku jadi kangen momen & temen-temen masa kecil :(

Nostalgianya cukup segini aja dulu ya. Semakin diingat, aku jadi semakin kangen. Padahal nggak dikangenin balik. Hmmmmmm

Bye!

Apa Itu zakat, Infaq dan Sedekah?




Kita sudah mulai memasuki 2 minggu terakhir dibulan Ramadhan. Nggak berasa banget ya.

Semakin mendekati hari-hari terakhir Ramadhan tentu harus semakin giat lagi kita dalam mengumpulkan pahala. Mana tau nanti bisa meraih rahmat Allah SWT di bulan yang suci ini.

Hm, biasanya menjelang akhir Ramadhan ada yang namanya kewajiban membayar zakat kan? zakat fitrah namanya. Pasti semuanya tau dong ya.

Terus ada juga nih, fenomena menjelang akhir Ramadhan orang bagi-bagi amplop. Uang THR katanya. Dulu, waktu kecil aku sering sih dapat ginian dari kakek, paman, atau tante. Bahkan selama satu bulan Ramadhan aja aku bisa mengumpulkan sampai 400 ribu rupiah. Alhamdulillah.

Itu namanya zakat juga nggak ya?

Lalu ada yang namanya infaq, ada yang tau artinya?

Apakah sama dengan sedekah? Hmmmm...

Kita bahas dari zakat dulu yuk!

Zakat adalah kewajiban terkait dengan harta yang harus dikeluarkan dengan jumlah tertentu, dimasa tertentu, dengan batas waktu tertentu. Jadi zakat itu hukumnya wajib dan dengan zakat pula kita bisa membersihkan harta kita. Contohnya, seperti zakat fitrah yang biasa diberikan setiap akhir bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran.

Perintah zakat ini tertera pada surah At Taubah ayat 103 sebagai berikut,


خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ
وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ


Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Iya.

Karena disetiap harta yang kita punya ada rezeki dari Allah SWT untuk orang lain yang harus diberikan melalui kita. Siapa saja yang berhak menerimanya? Simak surah At Taubah ayat 60 ini.



إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Nah, sudah tau kan apa itu zakat dan siapa saja yang berhak menerimanya.

Bagaimanakah dengan infaq? Apa artinya juga sama dengan zakat?

Jawabannya berbeda.

Infaq itu berkaitan dengan materi, tapi tidak ada batas waktu dan masa tertentu dalam pemberiannya. Hukumnya juga bisa wajib dan bisa sunnah loh. Contohnya?

Infaq wajib contohnya seperti suami yang menafkahi istri dan anak-anaknya. Sedangkan infaq yang sunnah adalah ketika anak memberi nafkah kepada orang tuanya. Hal ini pula yang menjadi pembeda antara zakat dan infaq. Jika infaq kita bisa memberikan materi tersebut kepada orang yang kita nafkahi atau tanggungan, sedangkan zakat tidak.


الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Beda zakat dan infaq udah dibahas, sekarang kita mau bahas tentang sedekah.

Sedekah itu artinya luas ya, termasuk mencakup dengan dua hal diatas. Zakat dan Infaq.

Dalam prakteknya pun, sedekah tidak harus dengan materi atau dengan harta. Sedekah bisa dengan jasa, pikiran dan tenaga. Juga dengan senyum. Senyum adalah sedekah yang paling mudah dilakukan bukan? So, jangan ragu untuk selalu tersenyum :)

Sekian dulu yang bisa aku sampaikan. Untuk lain halnya, mohon maaf jika ada salah kata, kolom komentar selalu tersedia untuk menerima kritik & saran dari kalian.

Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream Shade 14 : My Honey Bee


Udah hari ke-15 aja di bulan Ramadhan ini, nggak kerasa 15 hari lagi lebaran wkwkw

Hari ini aku mau review wardah exclusive matte lip cream, agak telat emang review nya, karena produk ini udah diluncurkan sekitar tahun 2017 lalu dan aku review nya baru sekarang huhu

Tapi nggak apa apa. Selama masih ada kemauan, disitu ada jalan. Jalan buat menuh-menuhin result list yang muncul di google begitu kalian pengen nyari review dari wardah excusive matte lip cream ini.

Dan shade yang pengen aku review kali ini adalah shade 14, MY HONEY BEE!!!







Kenapa? Karena shade ini adalah salah satu warna baru dari wardah lip cream, dengan formula baru juga. Formula yang nggak bikin bibir kita menghitam saat terus-terusan memakai lip cream, nggak kayak yang varian sebelumnya.

Dan kenapa juga, aku milih yang shade 14 ini? Kenapa nggak shade lain? Kenapa satu aja yang direview? Kenapa nggak 2? 3? Kenapa? Kenapa? KENAPA?!?!?

Cukup.

Jadi, kenapa aku menjatuhkan pilihan dengan shade ini, karena aku nggak cocok pakai lip cream atau lipstick warna pink. Entah pengaruh warna kulit atau warna bibir aku yang bikin hasilnya jadi keliatan jelek.  Aku ngerasanya kayak kebiruan atau ungu gitu bibir aku, pokoknya nggak banget.

Yang membuat aku menjatuhkan pilihan dengan shade ini juga, karena aku liat di gambar yang beredar, warna ini kayak nude-peach gitu, dan aku liat para beauty blogger juga cocok make ini.

Dan kenapa juga aku review nya cuma 1 shade ini aja? Aku belinya dengan duit sendiri bosque, bukan endorse wkwk

Masih blogger pemula juga, spesifikasi niche juga bukan beauty blogger. Tapi kalo ditawarin job review sekinker atau mekap, aku mau kok :)

Oke, kita lanjut review. Mulai dari... packaging.

Packaging luar berbentuk balok, dengan bahan kertas yang kokoh –aku gak tau namanya apa wkwk- dan berwarna nude. Sedangkan packaging dari lip cream itu sendiri berwarna bening, jadi kita bisa liat langsung isi lip creamnya. Simple sih, tapi elegan. Panjang aplikatornya sama aja kayak lip cream kebanyakan.

Ingredients : Cyclopentasiloxane, Isododecane, Trimethylsiloxysilicate, Diisostearyl Malate, Synthetic Beeswax, Trisiloxane, Caprylyl Methicone, Aluminum Starch Octenylsuccinate, Disteardimonium Hectorite, Dimethicone, Propylene Carbonate, Cetyl Dimethicone, Silica Dimethyl Silylate, Tocopheryl Acetate, Ascorbyl Tetraisopalmitate, Ethylhexyl Methoxcinnamate, Propylparaben, Fragrance, Aluminium Hydroxide, Triethoxycaprylylsilane, Talc.

Berat bersih : 4 gram.

Dan setelah aku coba apply lip cream ini ke bibir, aku kaget. Warnanya kok nggak nude-peach gitu di bibir aku!?

Padahal ekspektasi aku, warnanya ini bakal mirip mirip sama pur****ri shade 81 atau 90. Taunya malah nude cenderung pink, bukan peach. Agak kecewa sih, karena aku nggak cocok pakai yang ada unsur pink gitu.

Begitu aku bandingin sama lip cream aku yang lain, merk p*xy shade 01 chic rose. Ternyata lebih mirip sama ini, cuma kalo wardah warnanya lebih soft.

Dan setelah aku search lagi, ternyata emang basicnya lip cream wardah itu cenderung berwarna pink. Pantesan.

Ya gitu deh, nyocok-nyocokin warna lip cream/lipstick sama warna bibir dan warna kulit kita itu bikin dilema banget. Kadang sama orang bagus, sama kita enggak. Kadang pas dicoba ditempat bagus, pas dibawa ke rumah beda. Greget aku tu.

Kalo udah gini, aku ngakalinnya pakai lip tint aja atau lip cream lain. Biar jadi ombre lips.

Biar nggak mubazir juga sih sebenernya wkwk

Meskipun nggak terlalu sreg sama warnanya, tapi aku suka sama formula yang ada di lip cream ini, nggak bikin kering dan teksturnya yang nggak menggumpal bikin aku mudah apply ke bibir. finishnya nggak crack di bibir dan lumayan awet juga.

Kalo ditanya repurchase or no?

Maybe yes, tapi lain kali aku hanya harus mencoba shade lain, biar tetep match sama aku.
Sekian review dari aku. Semoga bisa jadi referensi buat kalian yang masih bingung buat beli lip cream wardah ini yaaaa..