Rekomendasi Aplikasi yang Digunakan Selama Ramadhan





Di zaman sekarang ini rasanya gadget itu nggak bisa jauh dari kita ya, ehm, atau kita yang nggak bisa jauh dari gadget.

Pasti kalian sering liat fenomena ini kan?

Mulai dari anak kecil sampe dewasa, semuanya nggak bisa lepas dari hape di tangan. Nggak munafik, aku juga gitu. Semuanya seakan menjadi candu dan ketergantungan. Cobaannya saat server dan sosial media down kemaren, rasanya jadi ada yang kurang. Megang hape, tapi yang dibuka apa? Aplikasi top sosial medianya pada down.

Ngomongin soal aplikasi, emang banyak banget aplikasi yang ditawarkan saat ini. Mulai dari game, sosial media, lifestyle, online shop, pokoknya yang serba online deh.

Di Ramadhan tahun ini juga aku ditemenin beberapa aplikasi yang menunjang kegiatan ku. Mau tau apa aja? Yuk disimak!


Muslim Pro

Aplikasi ini sangat membantu sekali. Bahkan aplikasi ini juga ada yang khusus didesain untuk menemani beribadah di bulan Ramadhan kita. Aku yang sehari-harinya bekerja dan selalu ditemenin gadget terus, nggak mengurangi waktu kita untuk beribadah dan menambah pahala.

Ada fitur apa aja sih di dalamnya?

Di aplikasi ini ada fitur waktu sholat, jadi fitur ini yang ngingetin kita sholat dengan lantunan adzan yang sesuai dengan setting waktu tempat kita berdomisili. Selain itu ada juga fitur arah kiblat. Ini bisa membantu kita jika berada di tempat baru, pengen sholat tapi nggak tau arah kiblat.

Al-qur’an beserta terjemahannya juga ada dalam aplikasi ini, sangat membantu sekali untuk kita yang punya waktu luang di tempat bekerja tapi pengen tadarusan. Terus buat yang pengen denger murottal qur’an juga bisa pakai aplikasi ini.


Youtube

Aku biasanya menggunakan aplikasi ini untuk menonton kajian islami dari ustadz dengan permasalahan yang ingin kita ketahui jawabannya.

Misalnya tentang amalan apa yang bisa kita lakukan selama bulan Ramadhan dan cara membooster iman kita yang selalu naik turun ini, tinggal search aja di kolom pencarian sampai muncul beberapa pilihan yang relevan dengan yang ingin kita cari. Kemudian klik dan selamat menonton.

Selain menonton kajian islami, aku biasanya nonton cerita inspiratif dari beberapa influencer. Pokoknya ada banyak sekali tontonan berfaedah dan menghibur yang bisa kalian temukan disini asal bisa memfilter aja mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.


Kurangi Berat dalam 30 hari

Bulan Ramadhan jadi momentum bagus banget buat diet. Aku memaksimalkan rencana ini dengan memakai aplikasi ini.

Di aplikasi ini ada rutinitas peregangan untuk pagi saat bangun tidur dan peregangan sebelum tidur, selain itu ada juga rutinitas peregangan lain yang bisa dibeli dengan paket premium.

Ada program pelatihan selama 30 hari juga loh. Gerakan yang ditampilkan pun sangat mudah untuk diikuti, serta ada gambar dan penjelasan juga. Worth it sekali untuk kalian yang tetap pengen olahraga ringan dan bisa dilakukan di rumah.

Kerennya lagi, aplikasi ini berjalan secara offline. Jadi buat yang nggak punya kuota pun tetep bisa mengakses aplikasi ini.


Sebenernya ada begitu banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan ibadah dan mengisi kegiatan kita di bulan ramadhan ini, tapi segitu aja dulu yang bisa aku rekomendasikan. Selamat menjalankan ibadah puasa.

Booster Pahala di Bulan Ramadhan dengan Amalan Ini




Kita mulai memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Hendaknya di 10 hari terakhir ini  agar bisa mereview lagi amalan apa saja yang kira-kira belum dilakukan dan bagaimana agar bisa membooster pahala dengan amalan tersebut.

Mari disimak apa saja amalan yang bisa dilakukan.

1.       Melakukan ibadah puasa
Ini udah pasti dong, kan karena puasa ini yang membuat bulan Ramadhan itu spesial. Usahakan jangan sampai ditinggalkan ya. Manfaat puasa ini selain berpahala juga bagus buat kesehatan.

2.       Melakukan shalat tarawih berjamaah
Shalat tarawih juga salah satu ibadah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Karena shalat tarawih berjamaah ini pula masjid jadi ramai dari bulan biasanya.

3.       Memperbanyak sedekah
Zakat, infaq, dan sedekah, udah tau apa bedanya kan? Kalo belum cek di postingan sebelumnya ya. Kalo udah tau, yuk kita perbanyak sedekah. Karena selain membersihkan harta, juga menambah pahala dan rezeki.

4.       Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Yup, kita harus memperbanyak membaca al-qur’an juga. Karena di bulan ramadhan, tepatnya pada malam ke-17 merupakan malam nuzulul qur’an, yaitu malam turunnya al-qur’an.

5.       Melaksanakan ibadah umroh
Laksanakan saja bagi yang punya materi berkecukupan.

6.       Melakukan i’tikaf di masjid
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid. Maksud berdiam diri sendiri bukan berarti diam aja dan nggak ngapa ngapain. Melainkan ada niat, tata cara dan amalan lain lagi yang bisa dilakukan selama beri’tikaf.

7.       Mencari keutamaan lailatul qadr
Mencari keutamaan malam lailatul qadr ini ada di malam ganjil sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan.

8.       Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur
Apakah amalan ini sudah diterapkan?

9.       Perbanyak dzikir, istighfar, dan doa
Dzikir membuat kita mengingat Allah SWT, istighfar membantu menggugurkan dosa kita, dan doa orang yang berpuasa merupakan salah satu alasan doa menjadi tidak tertolak.

10.   Membayar zakat fitrah
Ini wajib ya dan dilaksanakan setiap bulan ramadhan.

Banyak sekali bukan amalan yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan. Tapi untuk wanita yang sedang haid bagaimana? Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pahala juga? Ada caranya kok.

1.       Sedih

Perasaan ini bagus karena saat tak bisa puasa atau tak bisa sholat lalu kemudian ia bersedih, itu merupakan bukti ia beriman kepada Allah SWT.


2.       Tanamkan niat

Di awal ramadhan, ia berniat dan bertekad untuk menunaikan sebulan penuh puasa ramadhannya, tapi di pertengahan bulan ia haid. Ini tentu diluar kuasanya bukan?
Tapi karena niat yang kuat, hal ini bisa menjadi pahala. Karena niat seringkali lebih besar dampaknya dari amal itu sendiri.


3.       Sesegera mungkin beralih ke amalan lain

Nggak bisa sholat? Nggak bisa puasa? Jangan khawatir. Kita masih bisa bersedekah kok.


4.       Ketika wanita haid tidak berpuasa maka ia menjauhi larangan Allah dan mendapat pahala
Penjelasannya, saat haid wanita dilarang untuk melakukan berpuasa, Allah SWT melarang hal tersebut. Ibadah itu mengerjakan perintah dan menjauhui larangan.


Segitu aja dulu yang bisa aku bagikan, semoga bermanfaat.

Cerita Mudik Dari Tanah Rantau




Holla.

Tema hari ini adalah cerita mudik.

Mudik itu sendiri adalah kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan. Lebaran misalnya.

Lah, aku yang nggak pernah mudik ini gimana mau cerita? Lahir, besar, menuntut ilmu dan mengais rezeki masih di tanah kelahiran ini harus bercerita tentang apa? Nggak banyak yang bisa aku ceritakan.

Kecuali tentang cerita mudik dari tanah rantau.

Jika banyak anak Kalimantan menuntut ilmu ke pulau Jawa, maka masyarakat Jawa juga banyak yang mencari kerja sampai ke Kalimantan. Selain karena pekerjaan, program transmigrasi juga menjadi salah satu alasan kenapa masyarakat Jawa bisa sampai ke Kalimantan.

Bertempat tinggal di Kabupaten paling Utara dari Provinsi Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu pilihan tujuan para pencari kerja untuk mengadu nasib, karena disini merupakan salah satu kabupaten penghasil batu bara. Kabupaten Tabalong namanya.

Disini pekerja tambangnya banyak berasal dari tanah Jawa dan beberapa daerah lainnya juga ada sih, meski tidak begitu mendominasi. Nggak sedikit dari mereka ada yang berpindah domisili KTP menjadi warga sini, mungkin karena saking lamanya tinggal di daerah ini. Entahlah.

Duh, kok cerita ku jadi merembet masalah kependudukan sih. Maap maap.

Balik lagi ke topik.

Jadi saat SMK ada program praktek kerja industri. Kebetulan aku ditempatkan sama guru di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan. Aku bersyukur. Pasti akan ada banyak ilmu dan insight baru yang bisa aku dapatkan disini.

Masa prakerin ku saat itu adalah 6 bulan. Terbagi jadi 2 shift, aku kebagian shift kedua. Shift kedua ini berlangsung dari 26 januari 2016 – 26 juli 2016. Otomatis bulan Ramadhan ku tahun itu dilewati di tempat prakerin.

Tadinya aku pikir pasti berat. Karena habis sholat subuh aku nggak bisa tiduran dulu, melainkan harus mulai siap-siap berangkat prakerin. Anak prakerin di perusahaan tambang juga dapat fasilitas dijemput pakai bis, sama kayak karyawannya.

Ternyata setelah dijalani, aku enjoy aja tuh. Nggak merasa terbebani, aku masih bisa tidur, ya hanya saja tempat tidur ku yang beralih. Kalau biasanya tiduran di kamar, saat itu aku jadi sering tidur di bis. Selama perjalanan, waktu tempuhnya lumayan. Sekitar 45 menit, waktu yang sangat cukup bukan untuk sekedar memejamkan mata? Yang kayak gini nggak hanya aku aja, hampir semua penumpang bis malah.

Aku melalui hari hari disini seperti biasa. Seperti bulan bulan sebelumnya. Sampai pada saat sekitar H-7 sebelum lebaran. Kantor mulai lengang. Beberapa karyawan mulai mudik ke kampung halamannya.

Makin mendekati lebaran, kantor semakin sepi. Di departemen ku saja, karyawan hanya tersisa lebih separuh dari jumlah seharusnya. Semuanya pada pulang kampung.

Disaat seperti ini lah anak prakerin kayak aku mulai dituntut berperan aktif, kerjaan yang bersifat nggak terlalu besar tanggung jawabnya kami yang handle. Dengan pengawasan dan instruksi dari pembimbing tentunya.

Puncaknya saat H-1 lebaran, aku diminta untuk tetap masuk ke kantor. Padahal anak PKL dari departemen lain, udah pada off. Aku iyain aja sih, toh aku juga nggak ngapa ngapain di rumah. Nggak mudik juga.

Hari itu kantor sepi banget parah. Di bis tadi juga sepi sih, tapi nggak nyangka aja kalo suasana sepinya terbawa sampai ke kantor wkwk

Semuanya berlalu sampai nggak berasa udah jam pulang aja. Pas pulang kerja bis yang biasa aku tumpangi agak banyak penumpangnya. Orang workshop ikut juga.

Di perjalanan, beberapa workshop yang aku liat juga lumayan sepi.

Jadi begini ya kalo karyawan tambang pada mudik, ucap ku dalam hati sambil menatap keluar melalui jendela.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.. La Illaha Ilallahu Allahu Akbar..

Tiba-tiba terdengar takbir khas hari raya idul fitri melalui radio yang terpasang di dekat driver. Aku mengamati sekitar dan terhenyak melihat bapak bapak yang sedang video call dengan anaknya.

“Bapak baru bisa pulang seminggu setelah lebaran ya nak, kamu mau dibawain oleh-oleh apa nanti?”

Mata ku mulai berkaca-kaca dan bersyukur begitu menyadari hikmah apa yang bisa ku ambil. Disaat lebaran kali ini aku masih bisa bertatap muka dan berkumpul bersama keluarga, masih ada orang lain yang hanya bertemu keluarganya melalui media.