Pencapaian Tertinggi Selama 22 Tahun

 


Hola. Kembali lagi bercerita dengan tema hari keempat yaitu pencapaian tertinggi dalam hidup.

Hm, pencapaian ya. Aku jadi mikir keras, rasanya selama 22 tahun hidup di dunia, aku belum punya pencapaian yang membuat decak kagum orang lain. Aku termasuk tipe yang gampang menyerah kalau nggak niat banget, selain itu aku juga jarang mencoba hal-hal baru. Jadi ya, hidup ku gitu-gitu aja.

Tapi demi panjangnya isi postingan ini, maka aku akan membeberkan beberapa pencapaian tertinggi yang menurut ku magical sekali. Mungkin bagi beberapa orang akan biasa aja, tapi bagi ku ini sudah cukup dikategorikan luar biasa. Kalo masih kepo, ayo disimak!

Pertama, juara satu futsal putri antar jurusan

Ini terjadi waktu SMK dulu, ngga lama banget sih, sekitar tahun 2016 an. Namanya SMK pasti terdiri dari banyak jurusan, kebetulan jurusan akuntansi ngadain event futsal yang bisa diikuti jurusan lain dalam lingkup sekolah kami.

Kelas ku juga turut meramaikan, tapi karena jumlah penduduk cowok ngga memenuhi syarat, jadilah penduduk cewek yang akan mengisi slot team futsal. Futsal putri kok, tenang aja.

Bermodal nekat kami tetap ikut meskipun nggak ada satu pun di team kami yang punya basic futsal. Jangankan itu, nendang bola ke gawang aja masih pada nggak becus. Satu-satunya yang bisa diharapkan cuma si kiper berbadan tinggi besar. Dari segi postur udah menang banyak, masalah skill bisalah menyusul.

Awal-awal hari pertandingan kami sempat dicemooh karena permainan yang lebih banyak lawaknya daripada sengitnya. Apalagi lawannya juga newbie. Tapi hari itu berakhir dengan kelas kami sebagai pemenang. Lewat tendangan penalti tentunya.

Hari pertandingan terus berlanjut dan siapa sangka kami yang sempat dicemooh karena permainan lawak malah masuk grand final melawan team inti futsal putri sekolah. Magic sekali bukan?

Nggak. Kami nggak nyogok wasit kok. Dapat duit darimana juga orang buat jajan aja masih kurang. Dan semua itu menjadi semakin magic saat grand final hari itu kelas kami keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. IYA, KELAS KAMI PEMENANGNYAA!!!

FIX INI SEBUAH KEAJAIBAN.

Tapi jawaban lebih logisnya mungkin karena kami cukup diremehkan sehingga team inti yang sudah terlatih ngerasa nggak perlu effort lebih untuk menghadapi kami. Dan ternyata semesta malah membalikkan keadaan.

Yah, semoga kalian bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

Kedua, menang lomba blog

Saat blog ku masih pakai embel-embel blogspot, aku sering insecure setiap mau ikut lomba blog. Udah kualitas tulisan meragukan, blog masih gratisan pula. Lalu aku juga berpikir kalau blog masih gratisan nggak bakalan bisa ngerasain cuan dari blog.

Memang sih kalau mau cuan yang lebih banyak lebih rekomen pakai yang berbayar, supaya bisa ads juga kan. Selain itu untuk ikut lomba yang mewajibkan domain berbayar juga bisa, jangkauan lomba lebih luas nih ceritanya.

Tapi pemikiran semacam itu nggak sepenuhnya benar. Karena saat blog ku masih blogspot pun aku pernah merasakan manisnya cuan dari blog dan menang lomba blog. Ya, meskipun memang perlu effort lebih juga sih.

Jadi hikmah yang bisa diambil, jangan insecure sebelum mencoba.

Ketiga, dapat pekerjaan

Setelah melalui proses panjang dalam mencari kerja, akhirnya sekarang aku bisa sampai di titik dimana aku sampai pada sesuatu yang dulu ku sebut sebagai pekerjaan impian. Tentunya dengan usaha sendiri serta doa orang tua.

Seperti yang kalian tahu, mencari kerja itu susah. Bermodal ijazah SMK memang sulit mencari kerja dengan gaji dan waktu yang sesuai maunya kita. Apalagi kalau kita nggak punya koneksi. Sangat sulit sekali dan aku pernah ada di titik itu.

Saat itu aku hanya bisa berpasrah dan menyerahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Tak lupa juga berusaha sebisanya dan meminta doa dari orang tua.

Setelah itu aku nggak menghitung lagi waktu yang berlalu, aku hanya menjalani apa yang ada di hadapan, sampai akhirnya Allah mengabulkan doa-doa orang tua ku.

Sekarang aku bekerja dan bisa sambil kuliah. Aku juga bisa memberi sedikit kebahagiaan untuk orang tua dan adik ku. I love them.

Ah, jadi mewek kalau ingat perjalanan 22 tahun aku hidup. Ternyata cukup banyak yang ku lalui dan masih banyak pula yang mungkin luput dari ingatan. Dan mungkin cukup segini aja dulu cerita ku. Semoga bisa memberi insight buat kalian ya. Kalau untuk ku sendiri ini akan jadi reminder ketika aku down. Huhu.

Sampai bertemu di postingan besok!

3 Harapan Untuk Blog

 


Hola, kembali lagi dengan helka di hari ketiga. Gimana? masih tetap semangat puasa dan ngeblognya kan?

Dihari ketiga ini, aku ingin menceritakan tiga harapan ku untuk blog tersayang. Sesuai tema, harapan terbesar untuk blog.

Namanya harapan terbesar, ku usahain harapan yang akan ku ceritakan selanjutnya ini nggak kaleng-kaleng hehehe. Ngga apa dong, punya harapan besar asal diiringi dengan doa & action nyata sebagai bentuk ikhtiar. Mana tau terkabul kan. Hehe aamiin.

Oke, jadi harapan pertama ku adalah…

Semoga blog ini membawa ku ke tempat baru.

Lah, gimana tuh? Emang blog kayak pintu ajaibnya doraemon, yang kalo pengen kemana aja tinggal sebut namanya depan pintu?

Nggak. Bukan gitu. Maksud ku, aku ingin ke suatu kota atau luar negeri dengan perantara blog ini. Entah aku nanti menang lomba yang hadiahnya tour ke Korea Selatan atau aku bisa ikutan Blog Camp gitu di suatu kota di Indonesia.

Tapi dari semua itu, yang paling realistis menurut ku adalah dengan mengumpulkan cuan sendiri dari penghasilan blog untuk pergi traveling keluar daerah. Hehe, realistis sekali bukan? Semoga blog ku ini lekas punya penghasilan sendiri ya wkwk.

Lalu, harapan ku yang kedua adalah...

Semoga tulisan di blog ini bisa dinikmati dalam bentuk buku.

Eh, eh, gimana tuh?

Harapan ini muncul sesederhana karena melihat jejak para pendahulu blogger yang sekarang sukses menelurkan buku dan berkarir dalam industri hiburan.

Aku nggak mau sampai ke dunia hiburan juga sih, cukup bisa punya satu buku dengan aku sebagai penulisnya saja rasanya sudah wah banget.

Blogger panutan ku antara lain Raditya Dika, Gita Savitri, Alit Susanto, chaos@work (penulis My Stupid Boss), dan masih banyak lagi. Aku ingin seperti itu. Bercerita tentang kehidupan pribadi tapi dengan sudut pandang berbeda, yang lebih menghibur tapi point berfaedah yang ingin disampaikan juga tetap masuk.

Hm, meskipun aku sadar, proses untuk sampai kesitu tentu nggak mudah dan singkat seperti menghabiskan cerita dalam buku mereka. But i'm on my way to there.

Dan harapan terakhir ku pada blog ini adalah…

Aku ingin terus konsisten menulis dan terus berkembang

Iyap. Sebuah harapan yang lebih seperti pengingat untuk diri sendiri.

Menurut ku, nggak ada harapan yang bisa terwujud jika aku nggak mulai menulis dari sekarang. Dan terus menulis dengan konsisten itu adalah sebuah tantangan. Makanya sulit. Butuh proses. Dan dari proses yang panjang itu nanti akan jadi sebuah cerita. Makanya setiap cerita selalu punya keunikannya sendiri.

Apalagi kalau nanti aku mampu mengembangkan blog ini dengan menambah skill pendukung lain. Pasti akan makin terlihat perkembangannya ya.

Aah, sebuah harapan yang perubahannya hanya ada ditangan ku sendiri. Jika tak berubah, berarti aku masih belum niat. Berat wkwk.

Dan berakhirlah sudah postingan tentang 3 harapan ku untuk blog ini. Semua harapan pasti ingin diwujudkan, tapi tak semua harapan bisa terwujud tanpa doa dan usaha. Demikianlah postingan ini berakhir, sampai bertemu hari esok.

Kenapa Menulis di Blog?




Hari kedua dari challenge BPN Ramadan 2021 mengangkat tema tentang alasan mulai ngeblog. Hm, sebelumnya aku sudah pernah menceritakan pada postingan berikut.


Baca : Helka's Blog Journey


Dan


Baca : Take a Break


Kurang lebihnya begitulah perjalanan ku bersama blog kesayangan ini hihihi. Penuh dengan drama, semangat ngeblog yang naik turun beradu dengan rasa malas yang bergejolak.


Benar kata salah seorang kawan, membuat blog itu mudah tapi konsisten untuk menulis dan membangunnya itu sulit. Ada aja cobaannya. Tapi aku selalu menemukan jalan untuk kembali. 


Yah, mungkin ini yang dinamakan jodoh. *Plakk


Apalagi di tahun 2020 kemarin. Padahal aku sudah menghadiahi blog ini fasilitas custom domain  harapannya supaya aku lebih rajin menulis, kan udah ngasih effort lebih nih ceritanya, selain itu juga supaya terlihat lebih profesional aja 


Terus aku juga lumayan rajin ikut kelas SEO, kelas menulis artikel dan apapun yang berhubungan dengan peningkatan kualitas blog. Tapi ada aja yang bikin semangat blog menurun. Dalam setahun aku hanya menghasilkan tulisan yang bisa dihitung jari. Hiks.


Dan di 2021 ini aku bersyukur sekali. Selain karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadan, aku juga masih diberi kelonggaran waktu supaya bisa ikutan blog challenge ini dengan tema yang aku banget.


Semoga setelah event ini kebiasaan menulis ku tetap keterusan yah, jadi nggak cuma sebatas habis di satu bulan ini aja.


Jadi jika ditanya kenapa aku menulis diblog? Nggak mau gitu di Instagram, Facebook atau yang lain?


Jawabannya karena di blog aku bisa lebih leluasa mengekspresikan diri lewat tulisan dan terasa lebih personal aja. Blog ini juga kan terintegrasi dengan mesin pencari google yah, dimana orang yang benar-benar pengen tahu aja yang akan nyari sesuatu disitu. Kalo kebetulan blog kita ditemukan sama yang ingin tahu informasi tersebut kan rasanya jadi berguna banget ya apa yang kita tulis. Ada semacam rasa senang yang nggak bisa diungkapkan kalau nggak dicoba sendiri. Gitu.


Yok lah coba ngeblog, banyak kejutan yang bisa kalian rasakan kalau sudah terjun langsung ke dunia blogger. Untuk aku pribadi, sebagai blogger part time musiman aja sudah pernah merasakan manisnya cuan dari menulis blog. Masih belum dari ads sih, cuma dari lomba nulis atau paid post gitu. Maksud ku, kalian pasti ngerti kan gimana rasanya ketika duit lagi menipis atau lagi pengen sesuatu terus tiba-tiba ada transferan uang masuk (hadiah menang lomba/paid post). Ihiiiy berasa dapat uang kaget.


Lalu saat tiba-tiba ada paket datang ke rumah, padahal kamu nggak pesan apa-apa. Ternyata isinya skincare buat direview atau hadiah/merchandise dari lomba blog. Wow, penuh kejutan sekali.


Sensasi semacam itulah yang membuat ku selalu rindu akan menulis di blog. Seberapa lama apapun aku vakum, pasti selalu ada juga keinginan untuk kembali menulis. Iya.


Btw, sekian tulisan aku. Jangan kangen ya, besok kita ketemu lagi dengan tema hari ketiga. See you ;)


Oh iya, jangan lupa sharing di komen dong tentang alasan kalian nulis di blog juga. Siapa tau jadi penyemangat atau motivasi untuk satu sama lainnya. Oke?