Minggu, 22 Desember 2019

Unboxing SOCOBOX Pertama


Zaman sekarang, nggak sulit lagi untuk kita buat nyobain produk skincare atau make up secara cuma-cuma. Selain dengan nyobain lewat tester yang ditawarkan di toko kecantikan, kita juga bisa cobain produk kecantikan lewat platform atau aplikasi di internet. Ada banyak sekali yang bisa dicoba, salah satunya di sociolla.
Yep, di sociolla selain bisa buat jajan skincare, disana kita juga berkesempatan cobain produk gratisannya loh. Aku awalnya juga ngga tau nih, mupeng juga pas liat salah satu temen bikin story di instagram. Review skincare gitu. Terus pas ketemu dia, aku tanya-tanya tentang produk yang dia review di story ig itu terus belinya dimana.
Ternyata eh ternyata, dia dapat gratisan dong.
Aku juga mauuuuu....
Lalu aku dikasih tau caranya nih, sama dia. Kalian mau tau juga nggak? Oke, aku share disini.
Pertama, kalian download dulu aplikasi SO.CO by Sociolla di app store smartphone kalian. Kalo udah, silakan instal sampai aplikasinya nangkring di layar smartphone.
Kedua, ikuti prosedur login (kalau kalian sudah punya akun sociolla) atau sign in (jika belum punya akun).  Setelah selesai, mulai deh ikutan review, bikin artikel atau bikin polling disini. Kita harus aktif gaes agar kesempatan dapat produk gratis juga semakin besar.
Selain itu, setiap ada notif email masuk dari soco harus cepetan dibuka. Biar nggak ketinggalan info. Mana tau lagi ada diskon produk atau penawaran socobox.
Kalau aku kemaren, setelah mengikuti apa yang disarankan teman ku itu. Aku berusaha untuk aktif disela kesibukan buat ngasih review produk skincare yang aku pakai. Meskipun produk skincare nya gak beli disitu, tapi aku review juga. Itung-itung meramaikan deretan review orang-orang dari berbagai jenis kulit dan masalah kulitnya. Ada yang cocok, ada yang nggak cocok. Intinya selalu beri review jujur.
Lalu aku juga selalu ngecek notif email secara berkala agar email dari soco bisa terpantau terus oleh ku. Kadang, dia selalu ngasih email penawaran untuk produk yang akan dibagikan dalam bentuk socobox.
Kebetulan saat itu lagi penawaran produk garnier. Tanpa pikir panjang, aku langsung ikuti rules yang ada agar berkesempatan dapat socobox.
Usaha ku berbuah manis. Aku lupa kira-kira berapa lama estimasi pengumuman pemenang socobox sejak aku selesai mengikuti rules yang ada, intinya saat melihat email dengan subjek congratulations dari soco. Aku langsung sumringah.
AKU DAPAT SOCOBOX GAES, SETELAH PENANTIAN LAMA.
Seneng banget dong.
Setelah itu, aku harus mengisi data agar pihak soco bisa mengirimkannya dengan selamat ke rumah ku.
Nggak sampai dua minggu, socobox warna pink unyu ini telah mendarat cantik di rumah ku.


socobox sebelum dibuka (sumber: dok. pribadi)

And i got it.

setelah socobox dibuka (sumber: dok. pribadi)

Garnier Sakura White Pinkish Radiance Ultimate Serum (sumber: dok. pribadi)


 Garnier Sakura White Whitening Serum Cream (sumber: dok. pribadi)


Garnier Sakura White Pinkish Glow Facial Foam (sumber: dok. pribadi) 

Oiya, jangan lupa juga, setelah dapat socobox. Kita wajib bikin story buat pamer ke temen-temen hahaha.
Dan bikin review produknya di aplikasi soco juga yah. Jangan jadi penerima socobox yang tidak bertanggung jawab. Karena kita udah dikasih produk gratis, ongkir gratis, jadi jangan malas untuk memberi review jujur dari apa yang kita rasakan terhadap produk tersebut. Oke?
Kalau aku aja bisa dapat socobox, kenapa kalian engga. Selalu ada kesempatan asal kita mau berusaha.
Sekian dari aku. Semoga pengalaman ku ini bisa memberi pencerahan buat kalian yang suka berburu produk kecantikan gratis hihi.
Share:

Selasa, 29 Oktober 2019

Paket Lengkap Wisata Seru Di New Zealand

New Zealand atau Selandia Baru –dalam bahasia Indonesia- adalah sebuah negara kepulauan yang berada di Barat Daya Samudera Pasifik, kawasan Oseania. Negara yang kawasan geografisnya terdiri dari dua pulau besar yaitu pulau Utara dan pulau Selatan, dipisahkan oleh Selat Cook dan beberapa pulau kecil lain disekitarnya membuat pesona alam New Zealand begitu khas. Selain itu keramahan warganya juga menjadi daya tarik tersendiri saat mengunjungi negara ini.
New Zealand juga menawaarkan berbagai permainan ekstrem yang tak kalah menantang dan spot foto dengan background alami seperti pegunungan, pantai, danau, sungai, serta hamparan lahan hijau yang luas, membuat kita tak ragu memasukkan New Zealand ini dalam list negara yang wajib dikunjungi untuk berwisata. Pokoknya paket lengkap deh!
Kira-kira destinasinya apa saja ya? Simak yuk!

1.        Auckland Sky Tower

(foto via pinterest)

Auckland Sky Tower ini merupakan bangunan tertinggi di New Zealand. Tingginya mencapai 328 meter dari permukaan tanah. Disini kita bisa mencoba wahana Sky Jump.
Tapi sebelum memulai permainan tersebut, kita wajib untuk mengisi riwayat penyakit pada form yang sudah disediakan, lalu mengenakan serangkaian pengaman agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.
Setelah itu, kalian sudah bisa mencoba Sky Jump. Permainan ini sangat memacu adrenalin. Karena kita ditantang untuk terjun dari ketinggian, tepatnya dari atas menara Auckland Sky Tower. Tertarik mencoba?

2.        Shotover Jet

(foto via pinterest)

Salah satu wahana pemacu adrenalin lainnya yang ada di New Zealand adalah Shotover Jet.
Jika kalian pernah naik roller coaster, mungkin sensasinya kurang lebih sama seperti itu. Bedanya shotover jet ini adalah kita akan dibawa melaju kencang diatas sungai mengarungi celah tebing yang curam. Sudah bisa dibayangkan bagaimana menantangnya permainan ini?

3.        Hobbiton Movie Set

(foto via pinterest)

Ada yang pernah nonton film Lord Of The Rings?
Salah satu set tempat syuting dari film tersebut ada di New Zealand loh!
Menariknya, tempat tersebut bisa dikunjungi wisatawan pula. Disini kita bisa berswafoto ria di rumah rumah milik hobbit, manusia kerdil yang ada di film tersebut. Peraturan terpenting yang perlu dipegang jika berkunjung kesini adalah jangan mencabut rumput dan jangan buang sampah sembarangan.

4.        Botanical Garden

(foto via pinterest)

Destinasi asik buat foto-foto lainnya ada di kota Christchurch, New Zealand, tepatnya di Botanical Garden. Disini terdapat banyak sekali jenis pohon dan tanaman dari seluruh dunia. Bahkan bunga mawar yang tersedia disini saja mencapai 250 jenis mawar dengan warna cantik dan beragam.
Tempatnya adem, bersih dan bagus banget jadi latar berfoto instagramable. Yakin nggak mau kesini?

5.        Punting On The Avon

(foto via pinterest)

Masih di tempat yang sama dengan Botanical Garden. Disini juga ada wisata menyusuri sungai ala Venice (Italia). Bedanya jika di Venice menggunakan perahu gondola, disini menggunakan perahu punting. Perahu ini bentuknya lebih kecil dari gondola.
Selama 30 menit kalian akan diajak menyusuri sungai dangkal nan tenang dengan pemandangan taman hijau dengan bunga-bunga cantik dan pohon rindang disekeliling, serta sesekali melewati jembatan bernuansa aesthetic membuat suasana romantis kian terasa.


(foto via pinterest)

Dimana kita biasa melihat sunrise yang indah? Gunung? Pantai?
Di New Zealand, kalian bisa merasakan pengalaman melihat sunrise yang berbeda dari biasanya. Apa itu? Melihat sunrise diatas awan. Menggunakan balon udara tentunya.
Namun jika ingin melihat view sunrise terbaik, kalian bisa datang saat musim semi (sekitar akhir bulan September – November) dan pagi pagi buta sekali. Karena menuju titik kumpulnya memerlukan waktu dan persiapan yang cukup, agar saat kita sudah diatas dengan balon udara, sunrise yang dinanti bisa dilihat tepat waktu.
Melihat secara langsung indahnya detik-detik terbit matahari dari ufuk timur itu tentu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Jika melihat sunrise dari atas gunung atau pantai saja sudah indah, apalagi dari atas awan. Ditambah lagi pemandangan berupa pegunungan dengan beberapa puncaknya yang masih tertutup es, serta padang rumput hijau dibawah membuat kita semakin mensyukuri akan indahnya ciptaan Tuhan.

7.        Makan Burger di Fergburger

(foto via pinterest)

Puas mengunjungi berbagai tempat wisata menarik, tentu membuat perut terasa lapar dan menuntut minta diisi.
Salah satu kuliner yang patut dicoba jika berkunjung ke New Zealand adalah Burger di Fergburger. Karena burger disini terkenal dengan cita rasanya yang sangat lezat. Terbukti dengan padatnya pengunjung yang rela mengantri demi burger ini.

Tempat wisata yang ditawarkan di New Zealand menarik sekali bukan? Selain destinasi diatas, masih ada banyak sekali tempat wisata menarik yang perlu dieksplor jika berkunjung kesini. Jangan sungkan berkunjung ke New Zealand yah!
Share:

Jumat, 23 Agustus 2019

Akhirnya jadi MABAAAA


Haloo.

Aku kembali setelah sekian lama berkutat dengan lomba blog dan beberapa urusan di dunia nyata yang cukup menyita perhatian dan mungkin akan menjadi fokus ku selama beberapa bulan ke depan.

Beberapa bulan lalu, aku memutuskan untuk mengikuti seleksi Online Academy yang diadakan Digitalent Kominfo dan dengan sangat  tak disangka aku lolos. Awalnya aku sempat minder, karena nggak punya basic IT tapi modal nekat aja ikutan dan niat untuk belajar hal-hal baru. Hasilnya, apakah aku akan konsisten dalam menjalaninya? Kita lihat saja nanti.

Selain itu, di bulan Agustus yang penuh kejutan ini juga menjadi titik perjuangan awal ku. Setelah memutuskan untuk kembali melanjutkan studi di perguruan tinggi, setelah sempat dilema memilih mana perguruan tinggi yang worth it untuk seorang karyawan macam aku ini, tepat di tanggal 18 Agustus 2019, Helka Sari Rezeki resmi jadi Mahasiswa Baru.

Aku menjatuhkan pilihan pada salah satu sekolah tinggi di kota tempat tinggal ku sendiri. Biar nggak ribet urusan juga nantinya, gitu saran temen-temen ku pas aku bingung dan nyari referensi ke mereka.

Hm, semoga aja urusan ku selama berkuliah nanti dilancarkan terus sama Yang Maha Kuasa.

Sebenernya aku nggak bahagia bahagia banget juga sih jadi maba, karena aku sadar setelah ini waktu tidur ku pasti akan tersita. Waktu buat leyeh leyeh ku akan terganti dengan tugas tugas dan tugas. Di sisi lain, aku juga pengen jadi wanita yang berpendidikan.


Kuliah udah jadi salah satu goals ku sejak dulu, tapi karena terhalang biaya, aku terpaksa menunda sampai waktunya siap dan alhamdulillah sekarang lah saatnya. Mulai belajar formal lagi dan bertemu orang orang baru lagi.

Ahh, lama nggak nulis bikin gaya bahasa ku jadi kaku. Tanpa perlu berpanjang lebar lagi, sini ku suguhkan foto foto saat aku PKKMB kemarin.








Share:

Sabtu, 27 Juli 2019

Mata Kering?! Nggak usah panik, kan ada Insto Dry Eyes

Hm, mumpung lagi weekend aku pengen curcol ah.

Biasanya weekend gini aku isi dengan kegiatan menulis, nonton drama korea atau baca buku. Kadang saking fokusnya baca buku atau nonton drama, aku bisa menghabiskan waktu seharian dengan berdiam di kamar sambil melakukan kegiatan tersebut. Ditemani kipas angin yang adem banget dan masker yang menyegarkan wajah. Sungguh akhir pekan ku yang indah. Eits, tapi kok mata ku mulai sepet, perih dan pegel.

Ya itu keluhan ku di akhir pekan, kalo pas hari kerja gimana? Ada juga.

Bekerja sebagai seorang staff administrasi di salah satu perusahaan swasta tentu membuat aku selalu berhadapan dengan layar komputer terus setiap harinya. Uhm, maksud ku 5 hari dalam seminggu waktu ku selalu dihabiskan dengan komputer. Belum lagi kebiasaan menatap layar smartphone yang emang udah berasa jadi kebutuhan sehari-hari. Mata ku lelah sebenernya, tapi mau bagaimana lagi.

Selain itu, perjalanan menuju ke kantor juga jalannya sangat berdebu sekali.  Tak jarang, mata ku jadi perih karena kemasukan debu. Kalau mulut dan hidung kena debu kan kita bisa pakai masker, lalu kalau mata gimana? Masa pakai masker mata. Hm.

Ah, sampai aku coba searching di mbah google, aku baru tau kalau mata sepet, mata pegel, mata perih, mata lelah yang jadi keluhan ku selama ini merupakan gejala mata kering. Hal-hal yang menjadi rutinitas ku ternyata berakibat buruk pada mata ku sendiri.

Lantas, bagaimana aku bisa menghadapi semua ini?!?!!

Nggak usah panik guys!

Mata kering umumnya dirasakan oleh orang yang berusia lanjut, tapi nggak menutup kemungkinan juga yang berusia muda juga merasakan hal sama. Apalagi rutinitasnya sama kayak yang aku alami.

Beruntung mata sepet, mata pegel, mata perih, mata lelah yang ku alami itu adalah gejala dari mata kering saja, sebelum mengarah ke hal yang serius akan lebih baik jika menanggulanginya sejak dini.

Dengan apa?

1.  Melindungi mata dari lingkungan yang menyebabkan mata kering, seperti cuaca berangin, berasap  atau berdebu. Hindari lingkungan tersebut pokoknya, atau gunakan kacamata sebagai pelindung.

2.     Hindari dulu pemakaian riasan pada mata untuk sementara

3.     Mengatur lama kerja di depan layar komputer

4.    Banyak mengonsumsi asam lema omega 3 yang dapat memperbaiki kondisi mata kering. Omega 3 banyak terdapat pada beberapa jenis ikan.

5.    Dan solusi paling simpel adalah dengan menggunakan Insto Dry Eyes. Yap, karena insto dry eyes ini  memiliki kandungan yang dapat berperan sebagai air mata buatan.

Kenapa bisa?




Jadi insto dry eyes ini mengandung bahan aktif yang dapat mengatasi kekeringan pada mata dan dapat digunakan sebagai pelumas pada mata. Selain itu, insto dry eyes juga memiliki bahan aktif yang dapat membunuh bakteri.

Kandungannnya lengkap banget kan buat yang punya rutinitas kayak aku.

Insto dry eyes ini ukurannya lumayan mini. 7,5 mL dong ukurannya, tentu hal ini memudahkan kita untuk membawanya kemana aja. Diselipin dalam pouch P3K-nya buat yang hobi traveling bagus banget nih.

Aturan pakainya juga mudah, cukup teteskan 1-2 tetes pada setiap mata, 3x sehari atau sesuai anjuran dokter.

Kesan pertama pas netesin insto dry eyes ini ke mata nggak ada sensasi perih atau apa gitu, rasanya biasa aja. Kayak air mata.

Lalu masalah harga? Kalian nggak usah ragu, karena harganya terjangkau sekali dan produknya juga mudah ditemukan di apotik terdekat.

Kandungan lengkap, ukuran travel-friendly, cara pakai mudah dan harga oke, Insto Dry Eyes ini udah paket lengkap banget untuk mengatasi gejala mata kering dan harus ada terus buat pertolongan pertama pada mata kering.

Share:

Minggu, 21 Juli 2019

Yuk, Kenalan dan Mulai Berperan Aktif Dalam Pemanfaatan dan Kelestarian Sumber Pangan




Tahukah kalian, jika setiap tanggal 22 Mei itu diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia (International Day for Biological Diversity). Untuk peringatan Hari Keanekaragaman Hayati tahun 2019 sendiri mengangkat tema ‘Sustainable Use Of Biodiversity for Our Food and Health’ yaitu upaya meningkatkan pengetahuan dan menyebarkan kesadaran tentang ketergantungan sistem pangan, nutrisi dan kesehatan kita pada keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat.

Duh, kayaknya topiknya bakalan berat. Skip aja deh.

Eits, jangan dulu!

Pengetahuan dan kesadaran tentang betapa ketergantungannya kita pada sumber pangan, nutrisi dan ekosistem yang sehat itu penting loh, apalagi untuk generasi millenial jaman sekarang. Harapannya, dengan kita memiliki bekal pengetahuan akan muncul kesadaran untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan sumber pangan yang berpengaruh pada kesehatan kita sendiri dan ekosistem.

Biar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati, guys!

Oiya, katanya Hari Keanekaragaman Hayati, tapi kok fokusnya ke sumber pangan dan kesehatan sih, bukannya keanekaragaman hayati itu tentang satwa, tumbuhan atau habitat mereka aja?

Keanekaragaman Hayati itu pengertiannya luas bos ku. Nggak melulu tentang satwa, tumbuhan atau tempat tinggal mereka. Biar lebih jelas, sini deh, ku jabarin pengertian sesungguhnya tentang keanekaragaman hayati.

“Keanekaragaman Hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan, mencakup ekosistem bioma spesies atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati juga merupakan tolak ukur dari kesehatan ekosistem dan sebagian fungsi dari iklim.”

Setelah membaca pengertiannya, ada yang masih belum ngeh sama apa itu keanekaragaman hayati?

Kalo gitu, aku kasih contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari aja.



Selama ini, kita sebagai manusia sudah begitu banyak memanfaatkan bentuk keanekaragaman hayati untuk kebutuhan primer. Apa aja sih? Makan contohnya. Di dalam makanan kita ini kan, ada nasi, sayur, ikan, daging, buah dan teman-temannya.

Apalagi di Indonesia sendiri, makanan pokok terdiri dari berbagai macam jenis, tergantung daerah masing-masing. Ada yang makanan pokoknya jagung, sagu, singkong, ubi jalar, talas, gandum, kentang dan yang jadi mayoritas adalah beras.

Yap, sampai sini udah paham kan, kenapa tahun ini tema peringatan Hari Keanekaragaman Hayati itu tentang sumber pangan dan kesehatan kita. Karena emang sepanjang hidupnya manusia itu nggak bisa lepas dari kebutuhan pangan.

Semakin tahun pula, kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sedangkan lahan, ekosistem dan jumlah petani masih belum mampu mengiringi lajunya kebutuhan tersebut.

Belum lagi terkait fakta dari Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2016 menyebutkan bahwa Indonesia sebagai salah satu penyumbang sampah makanan terbesar di dunia, padahal mirisnya masih banyak penduduk yang belum tercukupi kebutuhan pangannya. Penduduk kurang gizi dan busung lapar masih ada di negara kita yang tercinta ini.




Meskipun isu ini sudah beredar cukup lama, tapi tak ada salahnya jika hal ini kita jadikan sebagai referensi mengapa kita harus mulai memberi perhatian kepada ekosistem, sumber pangan dan kesehatan kita. Ternyata semuanya saling memiliki keterkaitan demi berlangsungnya kehidupan di bumi.

Sebenarnya masih ada banyak lagi isu terkait masalah ini, hanya saja cukup berkaca dari 2 isu tersebut kita seharusnya sudah memiliki kesadaran untuk berubah. Berubah menjadi generasi yang peduli dengan ekosistem, sumber pangan dan kesehatan.

Iya nih, terus gimana caranya agar kita kita generasi muda ini juga bisa memberi kontribusi dan berperan aktif dalam menghadapi masalah ini?

Caranya gampang banget.

Yang sulit itu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena pasti ada aja tantangannya. Tapi ku harap, kalian pembaca tulisan ini merupakan orang-orang yang tangguh, orang yang peduli dengan keberlanjutan sumber pangan dan kesehatan.

Oke, langsung aja disimak tentang bagaimana langkah kecil kita untuk menjaga, memanfaatkan dengan bijak dan melestarikan sumber pangan, baik untuk kesehatan kita sendiri maupun ekosistem.

1.    Ubah Mindset

Untuk melakukan suatu tindakan, tentu kita pasti mempunyai dasar tertentu yang kita tanamkan dalam hati dan pikiran. Sebuah niat yang dilakukan terus secara konsisten hingga membentuk suatu mindset yang menjadi dasar kenapa kita melakukan hal tersebut.

Sebelum kita melangkah, ada baiknya kita harus mengubah mindset dulu. Kenapa? Karena disaat kita sudah mulai ragu dengan apa yang kita lakukan dan orang sekitar juga mulai meremehkan tindakan kita, kita mampu memberikan dan menjelaskan kepada mereka mengapa kita memulai.

Mulai sekarang, ayo kita tanamkan pada diri kita agar berubah dan mau melakukan tindakan sekecil apapun yang bisa kita lakukan, serta peduli dengan lingkungan sekitar, demi anak cucu kita bisa merasakannya di masa depan.


2.    Mulai dari Diri Sendiri

Setiap perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil. Nggak usah berbicara tentang ruang lingkup yang masih belum tentu bisa kita kontrol, kita mulai dari diri sendiri aja dulu. Asal dilakukan dengan konsisten, tentu akan mengundang perhatian orang lain.

Mereka yang tertarik dengan apa yang kita lakukan, mungkin akan bersimpati dan turut melangkah bersama kita juga. Percayalah, guys, siapa lagi yang akan memulai kalau bukan diri kita sendiri!


3.    Take Action

Setelah menanamkan mindset dan yakin untuk memulai, segeralah untuk take action!

Yap, karena masalah yang kita hadapi ini terkait dengan kebutuhan pangan berbanding terbalik dengan ketersediaan pangan. Maka langkah yang mungkin bisa kita lakukan adalah dengan ikut melestarikannya.

Seperti yang kalian ketahui, jumlah petani sekarang semakin berkurang. Karena mungkin anak muda jaman sekarang juga menganggap pekerjaan ini tidak terdengar begitu keren dikalangan mereka. Padahal peran petani ini sangat besar loh, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena mereka jugalah Indonesia mendapat julukan negara agraris.

Nggak melulu karena petani, lahan yang akan digarap juga mulai berkurang seiring dengan berubahnya lahan lahan tersebut menjadi pemukiman warga ataupun gedung bertingkat.

Ditengah begitu banyaknya masalah yang dihadapi, lantas kita menyerah? BIG NO!

Suatu keterbatasan akan menjadi peluang jika kita mampu dan siap dalam berinovasi.




Jaman sekarang teknologi sudah sangat canggih ya, semuanya jadi terasa mudah untuk mengakses informasi dan berkomunikasi. Karena itu, tidak ada salahnya untuk coba belajar dan mencari referensi disana, contohnya mengulik tentang apa yang petani di Jepang lakukan agar tetap bisa bertani meskipun luas lahan tidak memadai.

Nggak cuma itu aja guys, banyak sekali hal positif yang bisa kalian lakukan di era digital seperti ini. Segalanya jadi semakin mudah untuk mengakses berbagai macam hal, belajar hal baru dan melakukan inovasi terkait dengan masalah yang kita hadapi.

So, ditengah segala kemudahan sekarang ini, kalian mau, hanya jadi millenial yang hobi mantengin sosmed doang dengan tatapan hampa dan tanpa hasil apa-apa. Kalo buat yang menghasilkan mah, gapapa sih. Hehehe.


4.    Bijak dalam Makan dan Memilih Makanan

Masalah kita nggak hanya tentang petani dan lahannya, tapi juga tentang angka limbah makanan yang dihasilkan masih begitu tinggi.

Mulai sekarang, coba deh untuk menghemat. Ambil makanan yang emang mau dimakan dan makan dalam porsi yang emang perut kita perlunya segitu. Jangan berlebihan. Jangan kalap juga ngeliat tampilan makanan yang semakin unyu unyu terus bikin kita serakah pengen makan semuanya. Itu nggak baik guys!

Selain bikin gendut, coba pikirin deh, masih banyak orang dibelahan bumi lain yang belum makan. Nggak usah ngomongin manusia dibelahan bumi lain, temen kalian yang ngekos itu, coba sekali sekali tanya, sudah makankah ia hari ini?

Kalau udah gitu, alangkah lebih baiknya kita yang lagi berlebihan dalam hal makanan berbagi dengan mereka. Tentunya, jangan lupa perhatikan kebutuhan gizi juga ya!

Pakai rumus 4 sehat, 5 sempurna.


5.    Jangan Cemari Lingkungan

Nggak adil rasanya kalau kita memanfaatkan sumber pangan dari alam, tapi nggak menjaga alam itu sendiri. Menjaga alam dan ekosistem didalamnya juga salah satu tugas kita guys!

Contohnya, jangan cemari lingkungan.

Jangan buang sampah sembarangan, terapkan prinsip 3R, jangan gunakan lagi kemasan sekali pakai, jaga kebersihan sungai, jangan menggunakan pestisida berlebihan, dan masih banyak hal kecil lainnya yang bisa kalian lakukan.

Apa aja lagi?

Kalau mau tahu lagi contoh lainnya, kalian bisa follow akun gerakan peduli lingkungan yang beredar di sosial media dan stalking kegiatan mereka. Selain mengedukasi, kalian juga jadi semakin tergerak untuk ikut melakukan gerakan tersebut.

Kuy, isi sosial media kalian dengan konten yang bermanfaat, jangan cuma dimanfaatin buat stalking mantan sama pacar barunya. Ups!
Share:

Selasa, 09 Juli 2019

#FBBKolaborasi Lomba Kreasi Buah Lokal


Yayy!!

Postingan pertama aku yang diikutsertakan dalam blog collab FBB Kolaborasi bersama member komunitas fbb lainnya. Seneng banget bisa resmi jadi bagian dari komunitas ini dan bisa ikut FBB Kolaborasi bulan ini.

Tema blog collab bulan ini adalah hari buah seduniaaaaa...

Oke, aku terlalu bersemangat.

Begitu tau temanya tentang hari buah, pikiran aku langsung melayang flashback sama acara waktu SMP kelas satu dulu, sekitar tahun 2011. Semester pertama.

Jadi waktu itu, di Tanjung lagi musim buah. Buah-buahan lokal khususnya, seperti rambutan, langsat, manggis, durian, kasturi –sejenis buah mangga tapi bentuknya lebih kecil- dan masih banyak banget lainnya. Jumlahnya pun sangat melimpah, sehingga kalo dijual pun orang nggak berani ngasih harga tinggi. Banyak saingan soalnya.

Melihat melimpahnya buah-buahan lokal, sekolah ku inisiatif mengadakan acara kreasi menyusun buah lokal agar terlihat menarik. Masing-masing kelas wajib membuat kreasi dari buah-buahan lokal.
Kelas ku nggak mau kalah. Kita udah bikin konsep yang terstruktur, pokoknya harus beda dari yang lain. Katanya kalo menang dijanjikan hadiah misterius loh. Kita makin excited.

Mulai dari menggalang dana dan ngambil buah di rumahnya temen ku yang punya kebun, belanja belanja keperluan kecil untuk mempercantik kreasi kita nantinya. Kelas ku optimis menang.

Tapi saat sudah hari H, banyak drama yang terjadi. Konsep yang kita bikin ternyata nggak semudah yang dibayangkan. Tadinya kita mau bikin buah yang disusun menyerupai piramida buah, atau paling nggak biar keliatan kayak tumpeng buah deh.

Eh ternyata susah. Berkali-kali buahnya hancur tak tersusun, sementara waktu berjalan terus, penyebabnya stok buah yang kami punya ini nggak mencukupi ekspektasi pemirsa. Seberapapun kerasnya mencoba untuk membangun lagi, tetap saja tumpengnya ini nggak mau kokoh berdiri.

Ku lihat kelas lain sudah setengah jalan, kelas kami masih belum terbentuk apa-apa. Keadaan mulai kalut.

Ditengah kekalutan tersebut, wali kelas ku datang memberi sebuah pencerahan setelah kami terjebak dalam kegelapan. Persis kayak cahaya dari pintu keluar bioskop yang baru selesai tayang.

Beliau menyarankan sebuah ide brilian. Buahnya ditempelin di batang pisang biar dia bisa berdiri kokoh. Dengan langkah sigap, siswa cowok langsung mencari batang pisang di hutan belakang sekolah. Sementara beberapa siswa cewek membeli beberapa lidi kecil untuk menyatukan buah tersebut ke batang pisang.

Nggak butuh waktu lama, kreasi kami pun jadi. Emang bener-bener berbeda dari kelas lainnya. Kami patut berbangga hati.

Dasar emang kelas sombong. Sok berbangga hati duluan, eh ternyata nggak masuk dalam list pemenang. Hahahaha

Kreasi kami mungkin emang paling beda sendiri, tapi ternyata nggak termasuk dalam kriteria penilaian panitia. Mungkin kalo penilaiannya memasukkan kategori kreasi buah paling absurd, tentu kelas ku pemenang utamanya.

Meski begitu, kami nggak kecewa. Toh ternyata hadiahnya cuma peralatan bersih bersih wkwkwk
Eits, yang terpenting setelah acara itu selesai, kita bisa nyicipin buah buah tersebut. Kyaaaaaa, ini momen yang paling ditunggu-tunggu daritadi.

Aku tersenyum kecil mengingat kejadian itu. Rindu sekali.

Sekarang aku hanya bisa mengingat cerita dibaliknya melalui foto ini.



Maafkan pemirsa.

Muka teman-teman ku sengaja ku tutupin biar mereka nggak terkenal. Ehm, maksud ku ini foto aib. Nggak baik ngeshare aib orang lain, makanya kalian fokusnya ke buahnya aja.

Sekian dulu yang bisa aku ceritakan disini, semoga bisa berpartisipasi kembali dalam blog collab FBB Kolaborasi bulan depan. See you:)
Share:

Minggu, 09 Juni 2019

Kembali Ke Rutinitas


Hari libur berasa cepet banget, nggak nyangka besok udah mulai masuk kerja aja. Padahal hari libur nggak ku lalui dengan traveling ke tempat wisata atau luar kota. Dapat undangan halal bihalal di rumah temen aja aku udah excited banget. Saking nggak adanya kegiatan diluar yang bisa aku lakukan dan sedikitnya ruang lingkup pertemanan aku.

Lalu selama libur aku ngapain aja? Me time.

Ketika ada begitu banyak tempat wisata menarik yang menawarkan segala keseruan dan keindahan tempatnya, aku masih saja berdiam diri dikamar. Bukan tanpa alasan. Aku gak punya partner yang bisa diajak melakukan perjalanan dan masih terlalu takut juga untuk keluar sendirian. Dasar aku.

Biar bisa berasa fun kayak orang yang selesai liburan, aku juga harus punya kegiatan tersendiri. Aku melakukan hal-hal yang sempat tertunda saat lagi sibuk-sibuknya kerja, misalnya menyelesaikan buku bacaan, nonton drama korea, masak, dan ada satu hal lagi yang masih belum sempat aku lakukan diliburan kali ini, yaitu mempelajari skill baru. Belajar tanpa mentor bener-bener mebutuhkan tekad yang kuat.

Meskipun udah punya agenda kegiatan di rumah, jauh dilubuk hati aku *cielah* juga pengen berkegiatan di alam bebas. Ke daerah pegunungan, air terjun, menyusuri sungai, atau ke pantai juga asik. Sayangnya, kegiatan semacam itu masih belum bisa terlaksana huhu

Once upon a time maybe...

When? Idk

Semoga masih diberi umur dan kesehatan.

Momen kayak malam ini juga bikin aku flashback ke jaman masih sekolah. Biasanya setelah libur panjang atau H-1 sebelum beraktivitas seperti biasa aku udah menyiapkan segala kebutuhan untuk besok. Menyiapkan alat tulis, jadwal pelajaran –padahal belum tentu di sekolah langsung belajar- dan kelengkapan seragam sekolah –hari senin kan upacara- terutama topi dan dasi yang kadang suka mendadak hilang saat dibutuhkan di pagi hari.

Selain itu yang ngangenin saat libur panjang adalah temen-temen kelas. Entah kenapa tabiat temen kelas yang macam macam jenisnya itu bikin kangen, padahal kalo lagi sedikit tanggal merah dan jenuh sama kelakukan mereka malah merindukan hari libur. Dasar siapa? Aku.

Kebiasaan menyiapkan segala hal sebelum masuk sekolah kebawa sampai sekarang, bedanya sekarang aku bingung mau menyiapkan apa dan nggak terlalu excited juga kayak jaman sekolah dulu. Sewajarnya aja kalo sekarang mah, karena segala hal yang berlebihan itu nggak baik.

Sekian dulu curhatan singkat dari aku yang masih mencoba move on dari hari libur.

Selamat datang kembali setumpuk berkas penuh dimeja dan segala hiruk pikuk pekerjaan...
Share:

Minggu, 02 Juni 2019

Persiapan Menyambut Lebaran





Tulisan ini dibuat lebih cepat satu hari dari seharusnya. Kenapa? Karena aku sudah mulai sibuk mempersiapkan untuk lebaran besok. Yeay!

Terutama kue dan jajanan. Seperti yang udah aku bahas di postingan sebelumnya.

Membuat kue dan jajanan itu memerlukan waktu yang tidak sedikit bukan? karena itu hari ini aku buat khusus untuk menyelesaikan challenge ini.

Seperti yang sudah pernah ku bahas sebelumnya, persiapan yang paling banyak ku lakukan adalah untuk jajanan. Momentum lebaran ini bisa jadi ajang aku untuk mengeksplor lagi skill memasak ku. Udah lama nggak berkreasi dalam masakan sih. Me time me time mumpung liburan....

Untuk hari ini, jajanan yang mau aku bikin stik bawang dan kue garpu. Sebuah jajanan yang termasuk mudah bagi orang dengan skill memasak pemula seperti aku.

Dan besok, aku mau bikin pempek ala ala dan oreo cheesecake. Semoga berhasil dan rasanya nggak mengecewakan ya, guys!

Oiya, sebelum itu kan aku harus ke pasar dulu, belanja bahan makanan dan segala hal penunjang sebelum aku eksekusi masakannya.

Bersyukurnya juga tahun ini aku udah punya alat alat yang lengkap untuk mendukung proses pembuatan kue.

Dulu aku kalo mau bikin kue, mesti nebeng nebeng dulu di rumah sepupu. Mesti nunggu dan ngajak mereka dulu buat bebikinan, baru deh aku bisa ikut bikin kue juga. Dan emak ku dulu juga nggak terlalu percaya kalo aku bisa masak, bisa bikin kue. Butuh waktu lumayan lama untuk meyakinkan emak supaya percaya sama kue buatan ku.

Persiapan lainnya, aku juga bersih-bersih rumah. Mana tau ada yang bertamu nanti. Hm, apalagi ya, hal yang akan banyak aku lakukan dalam mempersiapkan selain bikin jajanan ya bersih bersih.

Itu aja sih, hal yang akan menyibukan aku selama 2 hari ini. Kalo kalian?

Saran aku, ketika udah nggak ada lagi kue atau makanan yang dibikin atau sudah nggak ada celah lagi di rumah untuk dibersihkan mending isi waktu dengan bikin kartu ucapan selamat lebaran atau masukin duit thr buat anak-anak ke angpao. Kan waktu kita nggak terbuang percuma, yekaanns??

Ah, ku rasa tulisan ini jadi semakin random. Aku udah nggak sabar banget buat bebikinan, udah lama juga nggak menjalankan hobi yang satu ini.

Karena ini postingan terakhir dari rangkaian kegiatan 30 hari ramadhan challenge, maka aku mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama acara ini berlangsung ada postingan yang perkataannya menyinggung dan ada pihak yang merasa dirugikan terhadap tulisan ku. Aku mohon untuk membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Manusia macam aku ini tidak luput dari kesalahan sekecil apapun.

Hal yang masih belum bisa aku sangka sampai saat ini adalah akhirnya aku bisa menyelesaikan tantangan ini dengan segala drama selama 30 hari prosesnya. Huhu terharuu..

Daaaaannnnn..... sebagai kalimat penutup.

Saya Helka Sari Rezeki mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Tahun 1440 H. Semoga amal ibadah dan niat baik kita menjadi boomerang baik bagi kehidupan kita kedepannya. Minal aidzin wal fa idzin, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga kita bisa terus memberikan kontribusi terbaik bersama komunitas blogger perempuan!
Share:

Seuntai harapan Dipenghujung Ramadhan





Hari ke-29 dari bulan yang penuh rahmat ini. Entah harus sedih atau bahagia. Sedih karena harus berpisah lagi dengan bulan ramadhan dan segala rahmat dan berkahnya, tapi juga cukup bahagia untuk menyambut lebaran dengan segala hiruk pikuknya.

Jujur, aku merasa bulan ramadhan tahun ini berlalu dengan sangat singkat. Atau karena aku yang merasa ramadhan tahun ini berbeda dari tahun kemarin.

Ya bedanya, tahun ini jadwal bukber tidak sebanyak dulu. Rasanya hanya dua kali aku bukber diluar. Selain karena nggak mau jadi panitia, faktanya aku emang bukan anak hits yang punya geng atau kelompok pertemanan lain selain teman sekelas.

Ramadhan tahun ini juga jadi ramadhan pertama untuk ku beradaptasi di tempat kerja baru. Tempat kerja yang sebenar-benarnya bekerja.

Lalu tahun ini juga jadi ramadhan pertama ku menjalankan pola makan baru dan diet wkwk

Melihat banyaknya baju dan celana yang sudah mulai tidak muat di badan, aku memutuskan untuk diet. Bukan diet ketat sih, tapi hanya mulai mengubah porsi makan dan isi menu. Olahraga juga mulai ku jalankan, meskipun bukan olahraga yang banyak gerak. Aku cuma stretching biasa hehe yang penting membangun kebiasaannya dulu. Masalah ntar berhasil apa engga mah ya yang penting coba dulu.

Aku yang biasanya saat berbuka memakan semua yang tersaji di depan mata, sekarang sudah mulai memilah mana yang sesuai untuk menunjang proses diet dengan yang tidak. Intinya menu makanan aja sih yang dijaga. Semoga aja pas lebaran nanti, badan aku juga nggak jadi lebar-an.

Ramadhan dari tahun ke tahun emang selalu punya cerita tersendiri dengan segala perbedaannya. Jangan hanya membandingkan ceritanya, tapi juga review mana yang kira-kira perlu ditingkatkan dan mana yang perlu diperbaiki. Jangan juga hanya melihat hasil, tapi proses bagaimana kita mau berubah ke arah yang lebih baik lagi dengan menjadikan bulan ramadhan sebagai ajang untuk melatih diri.

Doa dan harapan yang bisa ku panjatkan adalah semoga bisa bertemu kembali di bulan ramadhan tahun depan dengan anggota keluarga yang masih lengkap dan diberi kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah.

Dalam ibadah pun juga, semoga ada peningkatan lagi, kebiasaan buruk juga sudah harus dikurangi.
Mungkin hanya itu sedikit doa dan harapan yang bisa aku selipkan agar tahun depan bisa menjadi ramadhan yang lebih baik lagi.
Share:

Sabtu, 01 Juni 2019

Memaknai Berkah Ramadhan




Hari ke-28. Momen terbaik ramadhan tahun ini.

Sebetulnya ada begitu banyak  momen terbaik yang terjadi disetiap harinya, hanya saja kita yang kurang peka dalam menangkap hal itu. Contohnya aku.

Karena tahu ada tema itu di challenge kali ini, aku coba mengingat-ingat lagi apa saja momen terbaik yang terjadi di ramadhan tahun ini. hmmmmm...

Menurut ku, momen terbaik yang bisa ku dapat di ramadhan tahun ini adalah aku masih bisa berkumpul dengan keluarga. Sahur bareng, buka puasa bareng, dan melewati hari hari bersama mereka. Meskipun di tahun ini orang tua ku mulai sakit-sakitan dan masih juga sering terlibat perdebatan dengan mereka, tapi aku sayang dan sebetulnya tak berniat seperti itu. Semoga orang tua ku selalu diberi kesehatan. Aamiin.

Lalu, THR.

Baru tahun ini sih, aku dapat THR seperti yang aku idam-idamkan. Ini bukan THR pertama ku selama bekerja, tapi ini merupakan THR dengan jumlah terbanyak yang pernah aku dapatkan. Dan aku bisa berbagi sedikit lebih banyak juga dengan orang sekitar. Berbagi itu sungguh punya kesan tersendiri. Melihat orang yang ku beri bahagia, aku pun juga ikut bahagia. Hanya saja, kadang aku masih belum bisa memberi sepenuhnya tanpa memikirkan diri sendiri. Aku hanya bisa memberi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Tidak seperti orang-orang dermawan pada zaman Rasulullah yang ikhlas menginfaqkan seluruh hartanya.

Dan lagi lagi karena challenge yang ditawarkan blogger perempuan network ini. Challenge blog pertama yang aku ikuti.

Setelah memutuskan untuk ikut terlibat dengan hal ini, aku berkomitmen dan merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan satu tulisan setiap harinya.

Hari demi hari aku lewati, mulai dari masa masa bersemangat sampai semangat mulai redup, aku lalui. Hampir ingin menyerah, tapi begitu aku tengok lagi tulisan yang telah aku buat. Rasanya sayang sekali jika aku berhenti sampai disini. Masih ada begitu banyak tema yang harus aku eksplor.
Sebagai blogger pemula, challenge ini bermanfaat sekali.

Selama 30 hari kita disuguhkan tema yang berbeda-beda untuk setiap tulisan. Aku yang biasanya cuma nulis tentang curhatan, pengamatan ku dan review barang, sekarang jadi dituntut untuk menyelesaikan tulisan tentang resep masakan, kecantikan, serta informasi bermanfaat lainnya.

Belum lagi mikir dan buat gambar visualnya. Rasanya benar-benar tidak semudah yang aku bayangkan di awal. Jadi aku sangat sangat berterima kasih pada BPN yang sudah mengadakan challenge ini. Terima kasih karena sudah membuat bulan ramadhan ku tahun ini jadi lebih berbeda.
Share: